PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center
  • Depan
  • Profil PIRAC
    • Tentang PIRAC
    • Struktur Organisasi PIRAC
  • Program Kerja
    • Riset dan Kajian
    • Pelatihan dan Pendampingan
    • Advokasi Kebijakan
    • Kemitraan dan Jaringan
    • Fundraising dan Keberlanjutan
    • Kampanye dan Edukasi
  • Berita Kegiatan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Tantangan Urban Farming Menghadapi Angin dan Hujan

August 29, 2026/0 Comments/in Uncategorized/by

Tantangan Urban Farming: Ketika Angin dan Hujan Menggoda

Komunitas lansia RW 08 Kelurahan Ciketing Udik Kota Bekasi yang giat bercocok tanam perkotaan tentu telah merasakan langsung betapa angin dan hujan bisa menjadi sahabat sekaligus musuh bagi kebun gizi mereka. Tanaman kangkung, bayam, cabai, tomat, sawi, pakcoy, dan berbagai tanaman kebun gizi lainnya yang mereka rawat dengan penuh kasih sayang, seringkali harus menghadapi ujian alam yang tak terduga.

PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) bersama Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC DD), dengan dukungan Irish Aid, melaksanakan program “GERAK CEPAT: Gerakan Kesehatan Ciketing untuk Pemberdayaan Terpadu”. Program ini bertujuan mengurangi pengeluaran keluarga terkait kebutuhan pangan, memastikan pemenuhan gizi melalui kebun gizi dan budidaya lele, serta meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.  Kegiatan Program Gerak Cepat ini salah satunya adalah melakukan kegiatan berkebun gizi bagi komunitas Lansia.   Dalam melakukan proses pelaksanaan kegiatan kebun gizi, komunitas menghadapi tantangan berupa angin yang bertiup kencang, hujan yang tinggi dan minimnya sinar matahari yang diperlukan bagi tanaman berfotosintesis.  Semua tantangan ini terjadi di bulan Nopember 2024 hingga Januari 2025.

Angin yang bertiup kencang dapat menyebabkan sejumlah kerusakan pada tanaman. Batang tanaman yang masih muda dan lemah bisa patah, terutama jika tanaman tersebut ditanam dalam pot atau wadah yang tidak stabil. Daun-daun tanaman pun rentan robek atau sobek, sehingga mengganggu proses fotosintesis. Selain itu, angin juga dapat mengeringkan tanah lebih cepat, membuat tanaman kekurangan air.

 Hujan: Anugerah yang Bisa Menjadi Bencana

Hujan memang sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh. Namun, hujan yang terlalu deras dan berkepanjangan dapat menyebabkan masalah lain. Tanah yang terlalu basah dapat menghambat sirkulasi udara di sekitar akar, sehingga akar tanaman menjadi mudah busuk. Genangan air juga bisa menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit tanaman. Selain itu, hujan deras dapat menyapu bersih pupuk organik yang telah diberikan, sehingga tanaman kekurangan nutrisi.

Tempat persemaian tanaman juga tidak luput dari dampak buruk angin dan hujan. Angin kencang dapat menerbangkan benih atau bibit tanaman, sehingga tanaman tidak tumbuh pada tempat yang diinginkan. Hujan deras dapat menyebabkan tanah di persemaian menjadi terlalu padat dan mengeras, sehingga menghambat pertumbuhan akar bibit.

Kerusakan pada tanaman akibat angin dan hujan tentu sangat merugikan bagi komunitas lansia. Hasil panen yang diharapkan menjadi berkurang, bahkan bisa gagal total. Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat mereka telah mencurahkan waktu, tenaga, dan kasih sayang untuk merawat kebun gizi tersebut. Selain itu, kerusakan tanaman juga dapat menurunkan semangat para lansia untuk terus bercocok tanam.

Dampak pada Kebun Gizi Komunitas

Keberadaan kebun gizi komunitas lansia RW 08 Kelurahan Ciketing Udik Kota Bekasi memiliki banyak manfaat, tidak hanya bagi para anggotanya, tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Sayangnya, kerusakan akibat angin dan hujan dapat menghambat tercapainya tujuan-tujuan tersebut.

Untuk mengatasi kendala yang dihadapi, komunitas lansia perlu melakukan beberapa upaya, seperti:

  • Memilih Varietas Tahan Cuaca: Memilih varietas tanaman yang tahan terhadap angin dan hujan dapat mengurangi risiko kerusakan.
  • Membuat Perlindungan Tambahan: Membuat pelindung dari bambu atau plastik di sekitar tanaman dapat mengurangi dampak angin kencang dan hujan deras.
  • Mengatur Drainase: Membuat sistem drainase yang baik dapat mencegah genangan air di sekitar tanaman.
  • Memberikan Mulsa: Memberikan mulsa organik pada permukaan tanah dapat membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi erosi tanah.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan komunitas lansia RW 08 Kelurahan Ciketing Udik Kota Bekasi dapat terus menikmati hasil panen dari kebun gizi mereka, meskipun harus menghadapi tantangan alam yang tidak menentu.

Urban farming memang memiliki banyak manfaat, namun juga tidak lepas dari berbagai tantangan. Komunitas lansia RW 08 Kelurahan Ciketing Udik Kota Bekasi telah membuktikan bahwa semangat dan ketekunan dapat mengatasi berbagai kendala, termasuk angin dan hujan. Semoga kisah mereka dapat menginspirasi banyak orang untuk turut serta dalam gerakan urban farming.

 

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on Pinterest
  • Share on LinkedIn
  • Share on Tumblr
  • Share on Vk
  • Share on Reddit
  • Share by Mail
https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 0 0 https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 2026-08-29 00:56:182026-08-29 00:56:18Tantangan Urban Farming Menghadapi Angin dan Hujan
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search Search

Recent Posts

  • Merajut Kolaborasi, Mendanai Masa Depan: Inovasi Filantropi untuk Pendidikan Indonesia
  • Potret Asa Lebah Sempage : Di Tengah Realitas, Warga Menjaga Harapan akan Hidup yang Lebih Sejahtera
  • Suara dari Pakisrejo Harapan Masyarakat untuk Keluar dari Kemiskinan
  • Aliansi Filantropi Desak Pemerintah Lindungi, Bukan Batasi, Sumbangan Bencana
  • Menuju Era Baru Filantropi: Saatnya Regulasi Usang Penggalangan Dana Berubah

Recent Comments

    Archives

    • August 2026
    • May 2026
    • April 2026
    • February 2026
    • December 2025
    • September 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • June 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • October 2023
    • July 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • August 2021
    • September 2020
    • June 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • April 2019
    • March 2019
    • February 2019
    • January 2019
    • December 2018
    • October 2018
    • April 2018
    • November 2016
    • August 2016
    • June 2016
    • May 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • October 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • February 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013
    • August 2013
    • June 2013
    • February 2013
    • December 2012
    • November 2012
    • October 2012
    • September 2012
    • August 2012
    • July 2012
    • June 2012
    • May 2012
    • April 2012
    • February 2012
    • January 2012

    Categories

    • Kemitraan dan Jaringan
    • Uncategorized

    Tentang PIRAC

    Organisasi independen yang menyediakan jasa penelitian, pelatihan, konsultasi, advokasi, dan penyebaran informasi di bidang filantropi, serta mobilisasi sumber daya, dan penguatan organisasi masyarakat sipil di Indonesia.

    ENFOLD L.A.

    1818 N Vermont Ave
    Los Angeles, CA, United States

    (555) 774 433

    LA@enfold-startup.com

    ENFOLD Detroit

    4870 Cass Ave
    Detroit, MI, United States

    (555) 389 976

    detroit@enfold-startup.com

    Sitemap

    • About PIRAC
      • Contact Us
      • Program and Activity
      • Research And Study
        • An Evidence-Based Behavior Change Roadmap in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara
        • Breaking the Chain of Extreme Poverty
    • Berita Kegiatan
    • Contact
    • Contact
    • Depan
    • Kontak Kami
    • Manajemen PIRAC
      • Pengurus PIRAC
    • News
    • Our Story
    • Pricing
    • Products
    • Products
    • Profil PIRAC
      • Struktur Organisasi PIRAC
      • Tentang PIRAC
    • Program Kerja
      • Advokasi Kebijakan
      • Fundraising dan Keberlanjutan
      • Kampanye dan Edukasi
        • Buku PIRAC
        • Siaran Pers
      • Kemitraan dan Jaringan
      • Pelatihan dan Pendampingan
      • Riset dan Kajian
        • Baseline Study Collective Care Fund Project
        • Dari Peta Sosial ke Aksi Nyata: Riset OMS dalam Memperluas Akses Air Bersih dan Sanitasi
        • Komunikasi yang Menggerakkan: Peta Jalan Perubahan Perilaku Berbasis Bukti di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur
        • Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem
        • Menuju Indonesia Bebas TBC: Riset sebagai Fondasi Strategi OMS Kesehatan yang Berkelanjutan
        • Riset Aksi dan Peran Lembaga Filantropi Dalam Pencapaian SDGs di Indonesi
        • Riset Mengenai Kesiapan Exit Strategy Program Mitra PT Indofood
        • Riset Pemetaan Potensi Filantropi Pendukung Program Bantuan Hukum untuk Warga Miskin dan Kelompok Rentan
        • Riset Pemetaan Potensi Lembaga Filantropi untuk Mendukung Pendidikan di Indonesia
        • Studi Doing Good Index 2024
        • Studi Pemetaan Solidaritan Sosial dan Kemanusiaan di Era Pandemi Covid19
        • Studi Pemetaan Sosial Kondisi Masyarakat di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat
    • Sample Page
    • Syarat dan Ketentuan
    © Copyright - PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center - Enfold WordPress Theme by Kriesi
    Link to: Belajar Membudidayakan Lele, Peluang Usaha Baru di Ciketing Udik Link to: Belajar Membudidayakan Lele, Peluang Usaha Baru di Ciketing Udik Belajar Membudidayakan Lele, Peluang Usaha Baru di Ciketing Udik Link to: Inovasi Lansia Bikin Kebun Gizi dari Sampah Menjadi Solusi Iklim Link to: Inovasi Lansia Bikin Kebun Gizi dari Sampah Menjadi Solusi Iklim Inovasi Lansia Bikin Kebun Gizi dari Sampah Menjadi Solusi Iklim
    Scroll to top Scroll to top Scroll to top