PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center
  • Depan
  • Profil PIRAC
    • Tentang PIRAC
    • Struktur Organisasi PIRAC
  • Program Kerja
    • Riset dan Kajian
    • Pelatihan dan Pendampingan
    • Advokasi Kebijakan
    • Kemitraan dan Jaringan
    • Fundraising dan Keberlanjutan
    • Kampanye dan Edukasi
  • Berita Kegiatan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

“Sekali di Udara, Setahun di darat…”

December 12, 2012/0 Comments/in Uncategorized/by

LOMBOK – Judul di atas merupakan plesetan dari semboyan sebuah radio nasional yang sangat populer di kalangan pengelola rakom (radio komunitas) anggota JRK (Jaringan Radio Komunitas) NTB. Motto ini menjadi potret kondisi sebagian rakom di NTB sekaligus pelecut semangat mereka untuk terus berjuang keras agar tetap eksis dan mengudara.

“Kami malu kalau dibilang masuk dalam katagori rakom yang sekali di udara setahun di darat. Kami terus berusaha untuk sekali di udara, tetap di udara..,” kata Drs Rasidi, ketua JRK NTB.

Radio komunitas mulai berkembang di NTB pada tahun 2001 yang diawali oleh berdirinya sebuah radio di Kabupaten Lombok Barat. Meski berdiri secara illegal, radio ini dianggap memiliki peran yang baik dalam menyuarakan aspirasi komunitas setempat. Perkembangan rakom di NTB mencapai puncaknya pada tahun 2005 – 2006 dan mulai mengalami penurunan pada tahun 2007. “Saat itu pengelola rakom mulai gelisah karena sulitnya mendapatkan ijin, sementara balmon (balai monitoring) aktif merazia. Akibatnya, radio yang muncul bagai jamur di musim hujan menjadi musnah akibat panas di musim kemarau” ujar Rasidi. Rasidi menjelaskan bahwa sampai saat ini di NTB terdapat lebih dari 55 radio komunintas dan 40 diantaranya merupakan anggota JRK NTB. Rakom tersebut umumnya tersebar di kabupaten Lombok dengan rata-rata 4 – 6 radio di masing-masing kabupaten. “Hanya di Pulau Sumbawa yang jumlah radio komunitasnya masih minim, “ katanya. Sementara dari keseluruhan radio komunitas anggota JRK NTB, yang masih aktif bersiaran hanya 24 radio. Sebagian besar rakom berhenti siaran karena faktor teknis, seperti  peralatan rusak akibat listrik yang sering padam atau disambar petir. Kendala teknis ini menjadi tantangan terbesar bagi radio komunitas di NTB. Salah satu karakter atau kekhasan dari rakom NTB adalah bahasa yang digunakan dalam bersiaran yang umumnya menggunakan bahasa Sasak dan musik atau lagu-lagu yang diputar di radio sebagian besar merupakan musik Sasak. Jika dilihat dari inisiatif pendiriannya, sebagian besar rakom di NTB diinisiasi oleh para hobiis atau orang yang memang hobi atau senang bersiaran di radio. Tak banyak radio yang pendiriannya diinisiasi oleh komunitas. Ada juga radio yang didirikan karena adanya proyek pemerintah atau donor tertentu, atau didirikan hanya untuk coba-coba atau ikut-ikutan saja. Misal, radio yang didirikan hanya karena desa tetangga mendirikan dan mengelola radio. “Radio yang dikelola hobiis umumnya lebih banyak bertahan karena didanai dan diupayakan untuk terus hidup oleh pendirinya yang memang hobi dan mencintai radio “ jelas Rasidi. Rasidi menambahkan, keberlanjutan Rakom NTB dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama,  keaktifan dari komunitasnya itu sendiri yang merasa memiliki rakom dan berusaha agar rakom tetap hidup. Sumber pendanaan rakom ini sebagian besar berasal dari komunitas, meski bentuk dukungan tidak dalam bentuk uang  tunai dan pemberiannya tidak rutin. Kedua, keaktifan dari pengurus rakom yang selalu berusaha untuk memperluas jaringan dan menggalang dukungan dan pendanaan bagi keberlajutan rakomnya. Sumber pendanaan utama rakom ini berasal dari pengurus rakom,  baik dari kantongnya sendiri maupun dari keaktifan mereka dalam mencari sumber pendanaan. Mereka juga  getol mencari peluang dan dukungan dengan menawarkan ILM atau talkshow, kerja sama dengan pemerintah, LSM maupun perusahaan swasta, manawarkan talkshow, bekerja sama dengan perusahaan, dan sebagainya. Rakom yang masih eksis umumnya dikelola oleh pengurus yang aktif berjejaring dengan banyak pihak sehingga dia tahu peluang-peluang yang ada dan memanfaatkannya. Missal, mereka aktif berhubungan dengan pemda setempat, aktif di berbagai forum, melakukan liputan, dll. “Kalau pengurusnya tidak aktif dan ogah-ogahan, meski komunitasnya menuntut tetap bersiaran, radio tak akan terus eksis..” Rasidi menjelaskan bahwa sebagian besar rakom di NTB bertahan dan berkelanjutan dengan strategi fundraising On Air atau kegiatan fundraising yang dikaitkan dengan kegiatan siaran. Misal, membuat  dan menayangkan ILM, menayangkan talkshow, siaran langsung, atau menawarkan waktu jadwal siaran untuk program tertentu, seperti sandiwara radio, dll. Strategi ini banyak dipilih karena relevan dengan kapasitas yang dimiliki oleh pengelola radio dan tidak membutuhkan SDM yang besar. “Belum banyak yang mencari dana untuk operasional siaran melalui Off air, seperti membuat event atau mengelola usaha yang memang membutuhkan SDM yang banyak dan kapasitas khusus,” jelasnya. Sementara kendala yang dihadapi dalam melakukan fundraising adalah kemampuan meyakinkan donator atau mitra, baik pada saat ketemu ataupun setelah mendapatkan dana. Pada saat menjajaki dukungan atau kerja sama mereka sudah kesulitan untuk meyakinkan calon mitra atau donatur bahwa mereka bisa menyiarkan iklan atau programnya sesuai dengan jumlah atau frekuensi yang dijanjikan. Hal ini disebabkan Karena radionya sering tidak bisa beroperasi karena perangkat rusak, tersambar petir atau mati lampu. Sementara tantangan yang dihadapi pasca kerja sama adalah menyampaikan laporan atau pertanggungjawaban program atau keuangan. Selain itu, Mereka tidak bisa memelihara hubungan dan melaporkan manfaat atau dampak dari program. “fakta  di lapangan menunjukkan bahwa program itu bermanfaat besar bagi masyarakat, tapi mereka sendiri tidak bisa menyajikan laporannya atau menyampaikan manfaat yang didapat dari program,” jelas Rasidi. Selain itu, sulitnya mendapatkan ijin siaran juga berpengaruh terhadap kegiatan  siaran dan fundraising. “Mereka takut dan ragu-ragu untuk bekerja sama dalam jangka panjang khawatir di tengah jalan radionya ditutup. Gimana dengan kelanjutan kerja samanya kalau rakomnya ditutup atau dirazia”. (Hamid Abidin/ Sekolah Fundraising PIRAC)
https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 0 0 https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 2012-12-12 05:58:002012-12-12 05:58:00“Sekali di Udara, Setahun di darat…”
Search Search

Recent Posts

  • Merajut Kolaborasi, Mendanai Masa Depan: Inovasi Filantropi untuk Pendidikan Indonesia
  • Potret Asa Lebah Sempage : Di Tengah Realitas, Warga Menjaga Harapan akan Hidup yang Lebih Sejahtera
  • Suara dari Pakisrejo Harapan Masyarakat untuk Keluar dari Kemiskinan
  • Aliansi Filantropi Desak Pemerintah Lindungi, Bukan Batasi, Sumbangan Bencana
  • Menuju Era Baru Filantropi: Saatnya Regulasi Usang Penggalangan Dana Berubah

Recent Comments

    Archives

    • August 2026
    • May 2026
    • April 2026
    • February 2026
    • December 2025
    • September 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • June 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • October 2023
    • July 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • August 2021
    • September 2020
    • June 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • April 2019
    • March 2019
    • February 2019
    • January 2019
    • December 2018
    • October 2018
    • April 2018
    • November 2016
    • August 2016
    • June 2016
    • May 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • October 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • February 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013
    • August 2013
    • June 2013
    • February 2013
    • December 2012
    • November 2012
    • October 2012
    • September 2012
    • August 2012
    • July 2012
    • June 2012
    • May 2012
    • April 2012
    • February 2012
    • January 2012

    Categories

    • Kemitraan dan Jaringan
    • Uncategorized

    Tentang PIRAC

    Organisasi independen yang menyediakan jasa penelitian, pelatihan, konsultasi, advokasi, dan penyebaran informasi di bidang filantropi, serta mobilisasi sumber daya, dan penguatan organisasi masyarakat sipil di Indonesia.

    ENFOLD L.A.

    1818 N Vermont Ave
    Los Angeles, CA, United States

    (555) 774 433

    LA@enfold-startup.com

    ENFOLD Detroit

    4870 Cass Ave
    Detroit, MI, United States

    (555) 389 976

    detroit@enfold-startup.com

    Sitemap

    • About PIRAC
      • Contact Us
      • Program and Activity
      • Research And Study
        • An Evidence-Based Behavior Change Roadmap in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara
        • Breaking the Chain of Extreme Poverty
    • Berita Kegiatan
    • Contact
    • Contact
    • Depan
    • Kontak Kami
    • Manajemen PIRAC
      • Pengurus PIRAC
    • News
    • Our Story
    • Pricing
    • Products
    • Products
    • Profil PIRAC
      • Struktur Organisasi PIRAC
      • Tentang PIRAC
    • Program Kerja
      • Advokasi Kebijakan
      • Fundraising dan Keberlanjutan
      • Kampanye dan Edukasi
        • Buku PIRAC
        • Siaran Pers
      • Kemitraan dan Jaringan
      • Pelatihan dan Pendampingan
      • Riset dan Kajian
        • Baseline Study Collective Care Fund Project
        • Dari Peta Sosial ke Aksi Nyata: Riset OMS dalam Memperluas Akses Air Bersih dan Sanitasi
        • Komunikasi yang Menggerakkan: Peta Jalan Perubahan Perilaku Berbasis Bukti di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur
        • Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem
        • Menuju Indonesia Bebas TBC: Riset sebagai Fondasi Strategi OMS Kesehatan yang Berkelanjutan
        • Riset Aksi dan Peran Lembaga Filantropi Dalam Pencapaian SDGs di Indonesi
        • Riset Mengenai Kesiapan Exit Strategy Program Mitra PT Indofood
        • Riset Pemetaan Potensi Filantropi Pendukung Program Bantuan Hukum untuk Warga Miskin dan Kelompok Rentan
        • Riset Pemetaan Potensi Lembaga Filantropi untuk Mendukung Pendidikan di Indonesia
        • Studi Doing Good Index 2024
        • Studi Pemetaan Solidaritan Sosial dan Kemanusiaan di Era Pandemi Covid19
        • Studi Pemetaan Sosial Kondisi Masyarakat di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat
    • Sample Page
    • Syarat dan Ketentuan
    © Copyright - PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center - Enfold WordPress Theme by Kriesi
    Scroll to top Scroll to top Scroll to top