PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center
  • Depan
  • Profil PIRAC
    • Tentang PIRAC
    • Struktur Organisasi PIRAC
  • Program Kerja
    • Riset dan Kajian
    • Pelatihan dan Pendampingan
    • Advokasi Kebijakan
    • Kemitraan dan Jaringan
    • Fundraising dan Keberlanjutan
    • Kampanye dan Edukasi
  • Berita Kegiatan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Radio Komunitas: Bertahan di Tengah keterbatasan

October 5, 2013/0 Comments/in Uncategorized/by

JAKARTA –  Sekolah Fundraising PIRAC bersama JRKI (Jaringan Radio Komunitas Indonesia) meluncurkan film documenter “Seri Strategi Fundraising Radio Komunitas”, Selasa (7/5/2013) di Gallery Café, Kompleks TIM, Jakarta. Acara yang diisi pemutaran film dan diskusi publik ini dihadiri oleh para pengelola Radio Komunitas (rakom), anggota JRKI, para praktisi fundraising, aktivis LSM dan akademisi. Acara diskusi menampilkan 4 pembicara, yakni Sinam M. Sutarno (ketua JRKI), idy Muzayyad (anggota komisioner KPI), Iwan Hidayat (pengelola rakom MTAS FM Bandung) dan Ninik Annisah (peneliti PIRAC)

Dalam tayangan serial film tersebut terungkap berbagai tantangan dan problem yang dihadapi rakom untuk terus bertahan dan berkelanjutan. Penelitian dan dokumentasi yang dilakukan oleh Sekolah Fundraising PIRAC bersama JRKI di 6 wilayah (Jogja, Jabar, Jatim, NTB, Sulawesi Tenggara dan Aceh) menemukan fakta bahwa banyak radio komunitas yang tidak berkembang: hidup segan, mati tak mau. Mereka tak lagi bersiaran secara rutin kerena keterbatasan sumber daya dan biaya operasional. Sebagian lainnya bahkan tak lagi mengudara karena peralatan siar yang rusak, tenaga penyiar yang berpindah profesi, atau tidak lagi mendapatkan dukungan dari komunitas. Selain itu, KPP (Kupon Pilihan Pendengar) tidak bisa lagi dijadikan sebagai sumber pendanaan seiring masuknya teknologi handphone (HP). Fungsi KPP sebagai media untuk berkirim salam atau lagu digantikan oleh SMS dan rakom kehilangan sumber penghasilan utamanya. Namun, sebagian rakom lainnya mencoba untuk terus bertahan dan melayani komunitas. Hasil studi dan dokumentasi Sekolah Fundraising PIRAC dan JRKI menunjukkan upaya kreatif dari para pengelola rakom untuk mengakses beragam sumber pendanaan dari komunitas, usaha komunitas/ perusahaan lokal, pemerintah setempat dan berbagai yayasan social. Bentuk sumbangan atau dukungan yang diterima sangat beragam, mulai dari peralatan siaran, konsumsi berupa minuman dan makanan, pembayaran rekening listrik hingga bantuan pendanaan. Rakom juga bertahan karena ditopang oleh pengelola dan penyiar yang bekerja secara volunteer alias tidak dibayar. Sumber-sumber pendanaan itu digalang dengan strategi on air fundraising (menggalang dukungan dan sumber daya dengan menggunakan media siaran) dan off air fundraising (tidak menggunakan media siaran). Beberapa strategi on air yang dilakukan adalah menjual KPP (Kupon pilihan pemirsa), karaokean, menayangkan ILM (Iklan Layanan masyarakat), menjual air time, menjual paket siaran langsung (live), atau menjual talk show radio kepada pemda/dinas, perusahaan lokal, partai politik maupun LSM dan lembaga donor. Sementara strategi off air fundraising dilakukan dengan mengembangkan skema iuran anggota, penyelenggaraan event, serta pengembangan unit usaha. Beberapa rakom yang distudi mengembangkan unit usaha yang berkaitan dengan aktivitas siaran (seperti pembuatan jingle iklan, pembuatan program radio, kursus penyiar, kursus jusnalistik, dll ) maupun tidak berkaitan dengan dunia penyiaran (penjualan alat elektronik, kursus komputer, penjualan sembako, penjualan voucher, dll). Rakom juga mendukung pengembangan usaha yang dilakukan oleh pengelola atau penyiarnya yang keuntungannya disisihkan untuk membiayai operasional rakom. Upaya rakom untuk bertahan dan berkelanjutan ini banyak menemui kendala dan tantangan, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan penyiaran. Pengurusan ijin yang rumit dan panjang membuat rakom tidak bisa bekerja sama dengan instansi pemerintah ataupun perusahaan yang membutuhkan legalitas rakom. Larangan untuk menayangkan iklan komersial juga mematikan potensi rakom untuk mendapatkan dukungan dari usaha komunitas, seperti warung makan, toko sembako, bengkel sepeda, dll. Mereka berpotensi untuk mendukung rakom melalui iklan usaha komunitas yang harganya relatif murah. Sementara tantangan dari segi internal lebih berkaitan dengan minimnya kapasitas pengelola rakom dalam mengidentifikasi peluang dan mengembangkan skema-skema pendanaan dengan memanfaatkan potensi asset lokal di daerahnya masing-masing. Dari studi dan pendokumentasian yang dilakukan ini telah terkumpul pula usulan serta rekomendasi sebagai upaya untuk mendukung upaya fundraising dan keberlanjutan rakom di masa mendatan. Kebijakan penyiaran diharapkan bisa lebih mempermudah dan memperpendek mekanisme perijinan, serta memberi kelonggaran kepada rakom untuk menggalang dukungan dari usaha komunitas melalui iklan usaha komunitas. Para pengelola rakom sendiri diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan skill penunjang bagi usaha fundraising dan entrepreneurship untuk keberlanjutan rakom. Selain itu, pendampingan dan berbagi pengalaman dan pengetahuan diantara pengelola rakom dalam berfundraising juga diperlukan untuk saling memotivasi untuk bergerak dan berkembang bersama-sama.
https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 0 0 https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 2013-10-05 08:59:002013-10-05 08:59:00Radio Komunitas: Bertahan di Tengah keterbatasan
Search Search

Recent Posts

  • Merajut Kolaborasi, Mendanai Masa Depan: Inovasi Filantropi untuk Pendidikan Indonesia
  • Potret Asa Lebah Sempage : Di Tengah Realitas, Warga Menjaga Harapan akan Hidup yang Lebih Sejahtera
  • Suara dari Pakisrejo Harapan Masyarakat untuk Keluar dari Kemiskinan
  • Aliansi Filantropi Desak Pemerintah Lindungi, Bukan Batasi, Sumbangan Bencana
  • Menuju Era Baru Filantropi: Saatnya Regulasi Usang Penggalangan Dana Berubah

Recent Comments

    Archives

    • August 2026
    • May 2026
    • April 2026
    • February 2026
    • December 2025
    • September 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • June 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • October 2023
    • July 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • August 2021
    • September 2020
    • June 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • April 2019
    • March 2019
    • February 2019
    • January 2019
    • December 2018
    • October 2018
    • April 2018
    • November 2016
    • August 2016
    • June 2016
    • May 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • October 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • February 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013
    • August 2013
    • June 2013
    • February 2013
    • December 2012
    • November 2012
    • October 2012
    • September 2012
    • August 2012
    • July 2012
    • June 2012
    • May 2012
    • April 2012
    • February 2012
    • January 2012

    Categories

    • Kemitraan dan Jaringan
    • Uncategorized

    Interesting Infos

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor.

    X Logo X Logo Followon X RSS Feed Logo RSS Feed Logo Subscribeto RSS Feed

    ENFOLD L.A.

    1818 N Vermont Ave
    Los Angeles, CA, United States

    (555) 774 433

    LA@enfold-startup.com

    ENFOLD Detroit

    4870 Cass Ave
    Detroit, MI, United States

    (555) 389 976

    detroit@enfold-startup.com

    Sitemap

    • About PIRAC
      • Contact Us
      • Program and Activity
      • Research And Study
        • An Evidence-Based Behavior Change Roadmap in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara
        • Breaking the Chain of Extreme Poverty
    • Berita Kegiatan
    • Contact
    • Contact
    • Depan
    • Kontak Kami
    • Manajemen PIRAC
      • Pengurus PIRAC
    • News
    • Our Story
    • Pricing
    • Products
    • Products
    • Profil PIRAC
      • Struktur Organisasi PIRAC
      • Tentang PIRAC
    • Program Kerja
      • Advokasi Kebijakan
      • Fundraising dan Keberlanjutan
      • Kampanye dan Edukasi
        • Buku PIRAC
        • Siaran Pers
      • Kemitraan dan Jaringan
      • Pelatihan dan Pendampingan
      • Riset dan Kajian
        • Baseline Study Collective Care Fund Project
        • Dari Peta Sosial ke Aksi Nyata: Riset OMS dalam Memperluas Akses Air Bersih dan Sanitasi
        • Komunikasi yang Menggerakkan: Peta Jalan Perubahan Perilaku Berbasis Bukti di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur
        • Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem
        • Menuju Indonesia Bebas TBC: Riset sebagai Fondasi Strategi OMS Kesehatan yang Berkelanjutan
        • Riset Aksi dan Peran Lembaga Filantropi Dalam Pencapaian SDGs di Indonesi
        • Riset Mengenai Kesiapan Exit Strategy Program Mitra PT Indofood
        • Riset Pemetaan Potensi Filantropi Pendukung Program Bantuan Hukum untuk Warga Miskin dan Kelompok Rentan
        • Riset Pemetaan Potensi Lembaga Filantropi untuk Mendukung Pendidikan di Indonesia
        • Studi Doing Good Index 2024
        • Studi Pemetaan Solidaritan Sosial dan Kemanusiaan di Era Pandemi Covid19
        • Studi Pemetaan Sosial Kondisi Masyarakat di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat
    • Sample Page
    • Syarat dan Ketentuan
    © Copyright - PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center - Enfold WordPress Theme by Kriesi
    Scroll to top Scroll to top Scroll to top