PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center
  • Depan
  • Profil PIRAC
    • Tentang PIRAC
    • Struktur Organisasi PIRAC
  • Program Kerja
    • Riset dan Kajian
    • Pelatihan dan Pendampingan
    • Advokasi Kebijakan
    • Kemitraan dan Jaringan
    • Fundraising dan Keberlanjutan
    • Kampanye dan Edukasi
  • Berita Kegiatan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Peran Lembaga Filantropi dalam Mengutamakan Kelestarian Lingkungan dan Pendidikan Berdampak. 

July 11, 2023/0 Comments/in Uncategorized/by

Bagaimana melihat peranan penting lembaga filantropi, terutama dalam hal pendidikan dan kelestarian lingkungan? Bagaimana prioritas lembaga filantropi dalam mengurusi persoalan pendidikan? Lalu, apa yang harus dilakukan lembaga filantropi mencermati fenomena polusi udara dan perubahan iklim yang baru-baru ini terjadi memiliki dampak yang signifikan terhadap ekonomi, kesehatan, dan lingkungan?

Deretan pertanyaan itu cukup menarik untuk diulik. Untuk mengetahui lebih dalam jawaban atas pertanyaan tersebut, Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) dan Yayasan Bakti Barito menyelenggarakan Pertemuan Berbagi Filantropi ke #36 Lintas Klaster Filantropi dengan topik “Memperkuat Kolaborasi Publik-Privat untuk Mendukung Agenda Pembangunan Pendidikan dan Lingkungan.”

Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan dan bekerja sama dalam proyek yang dapat mendukung agenda pembangunan pendidikan dan lingkungan. Pertemuan diskusi tersebut membahas tuntas berbagai pertanyaan tersebut. PIRAC sebagai lembaga riset filantropi ikut berpartisipasi mengikuti kegiatan tersebut yang diwakili oleh Syarifudin dan Ninik Annisa.

Kegiatan diskusi cukup hangat dan menarik. Diskusi dibuka oleh Dian A. Purbasari, Wakil Sekretaris Badan Pengurus Perhimpunan Filantropi Indonesia dan Direktur Yayasan Bakti Barito. Menurut Dian Purbasari bertepatan dengan Hari Keberlanjutan Sedunia pada 26 Oktober 2023, diperlukan komitmen yang kuat untuk terus mendorong dan memainkan peran penting lembaga filantropi, terutama dalam hal pendidikan dan kelestarian lingkungan. Dian Purbasari juga menegaskan bahwa masa depan pendidikan dan lingkungan yang lebih baik dapat dicapai melalui kolaborasi publik-privat dan inisiatif multisektor. Kegiatan diskusi dibagi dua sesi diskusi. Sesi pertama diawali dengan sesi diskusi berjudul ‘Gelombang Panas, Polusi Udara, dan Perubahan Iklim terhadap Kehidupan’.

Sesi pertama diskusi dimulai dengan Guntur Sutiyono dari Climateworks Center Indonesia Country Lead yang menyatakan bahwa Indonesia saat ini tidak berada dalam tren perubahan iklim yang akan membaik. Walaupun dampak yang ditimbulkan oleh penyebab polusi udara tidak secara langsung, perubahan iklim di Indonesia akan semakin memburuk. Dia berpendapat bahwa sudah saatnya semua orang bekerja sama untuk menyelesaikan perubahan iklim, yang harus berkelanjutan dan lebih responsif, meskipun tidak akan cukup dalam satu atau dua tahun ke depan. Selain itu, peraturan dan kebijakan harus ditingkatkan untuk menangani masalah perubahan iklim yang menyasar langsung ke sumbernya, seperti kebijakan yang berkaitan dengan transportasi yang menyebabkan polusi, kebijakan industri, dan kebijakan yang berkaitan dengan remediasi atau adaptasi.

Dalam paparannya, Novita Natalia Kusumawardani, co-founder Bicara Udara, membahas hasil penelitian NASA yang menunjukkan peningkatan sekitar 39 mikrogram per meter kubik PM2.5 dari tahun 1998 hingga 2019. Hal ini memiliki dampak yang lebih besar terhadap kesehatan, jadi itu perlu disesuaikan dan diterima untuk kelompok yang rentan dan sensitif. Selain itu, data menunjukkan tren penderita ISPA dan pneumonia di DKI Jakarta meningkat secara signifikan dari tahun 2021 hingga 2023. Lima penyakit yang disebabkan oleh polusi udara telah menghabiskan sekitar 15 hingga 35% dana APBN, atau sekitar 18 triliun rupiah. Untuk menjamin hak setiap orang atas udara bersih dan kehidupan yang sehat, perlu ada peningkatan kesadaran, pendidikan, dan kolaborasi antar masyarakat dan pemangku kepentingan.

Dari sektor kesehatan, dr. Pandu Trinada Sakti, SpPD, Spesialis Penyakit Rumah Sakit Royal Progress, mengatakan bahwa data dari World Health Organization (WHO) tahun 2002 menunjukkan bahwa polusi udara menyebabkan ISPA dan kematian dini tahunan bagi 6.7 juta orang di seluruh dunia. Karena polutan di udara mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh, polutan dapat memengaruhi tubuh seseorang. Polusi udara dapat menyebabkan penyakit seperti ISPA, pneumonia, dan ASMA dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit paru kronis dan kanker paru-paru untuk sistem respirasi. Untuk menghindari polusi udara, Pandu menyarankan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, menggunakan filter air HEPA dalam ruangan, dan selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan kaya antioksidan.

Kemitraan antara Pemerintah dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) harus diperkuat untuk pendidikan yang lebih efektif dalam sesi diskusi kedua. Muhammad Oriza, Direktur Investasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), mengatakan bahwa dana abadi yang akan dikelola LPDP mencapai 139 triliun hingga tahun 2023, terdiri dari empat kategori: dana abadi pesantren, dana abadi penelitian dan riset, dana abadi perguruan tinggi, dan dana abadi kebudayaan. Menurut Oriza, 99,9% dana abadi LPDP masih berasal dari APBN, tetapi LPDP telah mulai mendapatkan dan membuka dana dari sumber lain, termasuk

Untuk berkontribusi pada program LPDP yang sudah berjalan, lembaga filantropi dan korporasi memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dalam penyaluran dana dan hibah LPDP. Lembaga filantropi dapat menyesuaikan jenis penyaluran yang mereka inginkan; misalnya, mereka ingin menyediakan dana khusus untuk transisi energi, dan LPDP akan menyalurkan dana beasiswa dan riset khusus untuk transisi energi. Peluang kemitraan LPDP sangat terbuka dan memungkinkan karena dasar-dasarnya.

Untuk mencapai SDGs dan agenda perubahan iklim, pendidikan dan lingkungan adalah fokus utama. Meskipun mereka berasal dari berbagai bidang, mereka memiliki tujuan yang sama: mendukung rencana pembangunan berkelanjutan untuk mengubah Indonesia. Forum diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan platform kerjasama jaringan yang sudah ada dan meningkatkan koordinasi dan tatakelola antar pemangku kepentingan pemerintah dan swasta dalam upaya memperbaiki kondisi pendidikan dan lingkungan di Indonesia. (ari)

Materi Diskusi

  1. Makalah presentasi berjudul “Encouraging Data Transparency For Effective Clean Air Policies” oleh Novita Natalia Kusumawardani, co-founder Bicara Udara
  2. Makalah presentasi berjudul “Health Issues – Air Pollution” oleh dr. Pandu Trinada Sakti, SpPD, Spesialis Penyakit Rumah Sakit Royal Progress
  3. Makalah presentasi berjudul “Strategi Program LPDP : MendukungPendidikan Menuju Indonesia Emas 2045“, oleh Muhammad Oriza Direktur Investasi LPDP

https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 0 0 https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 2023-07-11 14:43:002023-07-11 14:43:00Peran Lembaga Filantropi dalam Mengutamakan Kelestarian Lingkungan dan Pendidikan Berdampak. 

Kajian Kebijakan Studi Inklusivitas Program Vaksinasi COVID-19 Pada Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan

July 8, 2023/0 Comments/in Uncategorized/by

Saat ini dunia sudah memasuki tahun ketiga pandemi COVID-19, krisis kesehatan global yang terus menyebabkan hilangnya nyawa serta timbulnya disrupsi sosial dan ekonomi. Di tingkat global, COVID-19 telah meregang enam juta jiwa manusia dan International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan kerugian keluaran ekonomi kumulatif dari pandemi hingga tahun 2024 menjadi sekitar US$13,8 triliun (Agarwal et al., 2022).

Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi (mixed methods), yaitu kualitatif dengan desain studi kasus sehingga dimungkinkan adanya eksplorasi yang mendalam terhadap berbagai dimensi kerangka ketahanan sistem kesehatan (health system resilience framework) pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 pada masyarakat adat dan kelompok rentan di Indonesia; dilengkapi dengan pendekatan kuantitatif dalam pengumpulan data anggaran dan analisisnya secara deskriptif.

Kajian ini mengumpulkan data primer melalui proses wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) melalui aplikasi zoom dengan menggunakan panduan wawancara semi terstruktur, juga data sekunder terkait anggaran vaksin COVID-19 di level dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah metode telaah dokumen, wawancara mendalam dan FGD. Waktu pengambilan data pada penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret hingga Juni 2023.

Penelitian ini bertujuan (1) memetakan situasi dan tantangan pelaksanaan vaksinasi kelompok rentan di Indonesia, termasuk dari segi pembiayaan; (2) membantu Pemerintah dalam mengidentifikasi sub-populasi kelompok rentan dalam konteks kedaruratan kesehatan di Indonesia, dan (3) merumuskan rekomendasi kebijakan dalam mendorong tata kelola, pembiayaan, dan pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 yang ramah terhadap kelompok rentan.

Sumber :

https://cisdi.org/riset-dan-publikasi/publikasi/kajian-kebijakan-studi-inklusivitas-program-vaksinasi-covid-19-pada-masyarakat-adat-dan-kelompok-rentan

https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 0 0 https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 2023-07-08 01:54:002023-07-08 01:54:00Kajian Kebijakan Studi Inklusivitas Program Vaksinasi COVID-19 Pada Masyarakat Adat dan Kelompok Rentan
Search Search

Recent Posts

  • Merajut Kolaborasi, Mendanai Masa Depan: Inovasi Filantropi untuk Pendidikan Indonesia
  • Potret Asa Lebah Sempage : Di Tengah Realitas, Warga Menjaga Harapan akan Hidup yang Lebih Sejahtera
  • Suara dari Pakisrejo Harapan Masyarakat untuk Keluar dari Kemiskinan
  • Aliansi Filantropi Desak Pemerintah Lindungi, Bukan Batasi, Sumbangan Bencana
  • Menuju Era Baru Filantropi: Saatnya Regulasi Usang Penggalangan Dana Berubah

Recent Comments

    Archives

    • August 2026
    • May 2026
    • April 2026
    • February 2026
    • December 2025
    • September 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • June 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • October 2023
    • July 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • August 2021
    • September 2020
    • June 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • April 2019
    • March 2019
    • February 2019
    • January 2019
    • December 2018
    • October 2018
    • April 2018
    • November 2016
    • August 2016
    • June 2016
    • May 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • October 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • February 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013
    • August 2013
    • June 2013
    • February 2013
    • December 2012
    • November 2012
    • October 2012
    • September 2012
    • August 2012
    • July 2012
    • June 2012
    • May 2012
    • April 2012
    • February 2012
    • January 2012

    Categories

    • Kemitraan dan Jaringan
    • Uncategorized

    Tentang PIRAC

    Organisasi independen yang menyediakan jasa penelitian, pelatihan, konsultasi, advokasi, dan penyebaran informasi di bidang filantropi, serta mobilisasi sumber daya, dan penguatan organisasi masyarakat sipil di Indonesia.

    ENFOLD L.A.

    1818 N Vermont Ave
    Los Angeles, CA, United States

    (555) 774 433

    LA@enfold-startup.com

    ENFOLD Detroit

    4870 Cass Ave
    Detroit, MI, United States

    (555) 389 976

    detroit@enfold-startup.com

    Sitemap

    • About PIRAC
      • Contact Us
      • Program and Activity
      • Research And Study
        • An Evidence-Based Behavior Change Roadmap in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara
        • Breaking the Chain of Extreme Poverty
    • Berita Kegiatan
    • Contact
    • Contact
    • Depan
    • Kontak Kami
    • Manajemen PIRAC
      • Pengurus PIRAC
    • News
    • Our Story
    • Pricing
    • Products
    • Products
    • Profil PIRAC
      • Struktur Organisasi PIRAC
      • Tentang PIRAC
    • Program Kerja
      • Advokasi Kebijakan
      • Fundraising dan Keberlanjutan
      • Kampanye dan Edukasi
        • Buku PIRAC
        • Siaran Pers
      • Kemitraan dan Jaringan
      • Pelatihan dan Pendampingan
      • Riset dan Kajian
        • Baseline Study Collective Care Fund Project
        • Dari Peta Sosial ke Aksi Nyata: Riset OMS dalam Memperluas Akses Air Bersih dan Sanitasi
        • Komunikasi yang Menggerakkan: Peta Jalan Perubahan Perilaku Berbasis Bukti di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur
        • Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem
        • Menuju Indonesia Bebas TBC: Riset sebagai Fondasi Strategi OMS Kesehatan yang Berkelanjutan
        • Riset Aksi dan Peran Lembaga Filantropi Dalam Pencapaian SDGs di Indonesi
        • Riset Mengenai Kesiapan Exit Strategy Program Mitra PT Indofood
        • Riset Pemetaan Potensi Filantropi Pendukung Program Bantuan Hukum untuk Warga Miskin dan Kelompok Rentan
        • Riset Pemetaan Potensi Lembaga Filantropi untuk Mendukung Pendidikan di Indonesia
        • Studi Doing Good Index 2024
        • Studi Pemetaan Solidaritan Sosial dan Kemanusiaan di Era Pandemi Covid19
        • Studi Pemetaan Sosial Kondisi Masyarakat di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat
    • Sample Page
    • Syarat dan Ketentuan
    © Copyright - PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center - Enfold WordPress Theme by Kriesi
    Scroll to top Scroll to top Scroll to top