PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center
  • Depan
  • Profil PIRAC
    • Tentang PIRAC
    • Struktur Organisasi PIRAC
  • Program Kerja
    • Riset dan Kajian
    • Pelatihan dan Pendampingan
    • Advokasi Kebijakan
    • Kemitraan dan Jaringan
    • Fundraising dan Keberlanjutan
    • Kampanye dan Edukasi
  • Berita Kegiatan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Potensi Sumbangan Filantropi Untuk Riset Rp 1,025 Triliun Per tahun

August 29, 2026/0 Comments/in Uncategorized/by
Siaran  Pers Potensi Sumbangan Filantropi untuk Riset Rp 1,025 Triliun/tahun Kondisi riset di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Mohamad Nasir, Menteri Riset dan Teknologi Kabinet Kerja Jokowi, mengungkapkan bahwa anggaran riset Indonesia hanya 0,09% dari PDB Indonesia.[1] Anggaran ini masih jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia yang menganggarkan 1%, Singapura 2,5%, dan jauh tertinggal dari anggaran Korea Selatan yaitu 3,4%. Negara yang paling banyak menghasilkan riset adalah Jepang. Jepang merupakan negara dengan penghasil paten terbanyak pada tahun 2008 dengan lebih dari 500 ribu aplikasi paten. Anggaran R & D (Research and Development) yang disediakan negeri itu mencapai sekitar US$ 144 miliar. Kemudian disusul oleh Amerika Serikat dengan jumlah paten lebih dari 400 ribu aplikasi, dan anggaran R & D lebih dari US$ 400 miliar USD. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya memiliki anggaran R & D US$ 0,72 miliar dan hanya menghasilkan aplikasi paten sebanyak 23 buah. Angka ini jauh tertinggal dibanding dengan negara tetangga Malaysia yang menghasilkan 1.312 paten, dengan anggaran R & D US$ 2,3 miliar, ataupun Thailand sebanyak 986 aplikasi paten, dengan anggaran R & D US$ 1,46 miliar.[2]   press-release-sumbangan-filantropi-indonesia-pirac-2016-forum-2.png Di tengah keterbatasan pendanaan pemerintah untuk riset, sebenarnya muncul sumberdaya alternatif dari kegiatan filantropi yang dapat mendukung kegiatan riset.  Pada bulan April – Juli 2016, PIRAC melakukan studi diagnostik “Pemetaan lembaga filantropi pendukung riset”.  Studi ini mencatat bahwa sumbagan dari 28 lembaga filantropi terhadap riset yang sudah diberlanjakan mencapai Rp 25,488 miliar pertahun, sementara potensi sumbangan filantropi mencapai Rp 1,025 triliun/tahun. press-release-sumbangan-filantropi-indonesia-pirac-2016-direktur-pirac-.pngHasil riset  tren filantropi perusahaan yang dilakukan PIRAC tahun 2015 mencatat bahwa sumbangan filantropi perusahaan sepanjang tahun 2014, sebesar 19,42 % dari Rp 12,45 triliun atau sekitar Rp 2,42 triliun digunakan untuk pengembangan pendidikan dan riset. Mayoritas dukungan riset adalah menyasar pada isu yang berkait dengan sosial dan ekonomi (26 %), sains dan teknologi (18 %), berkaitan dengan kepentingan lembaga filantropi (16 %) dan sisanya berkaitan dengan isu spesifik seperti kemanusiaan, budaya, lingkungan, kesehatan dan gizi. Isu yang menjadi obyek riset masih cenderung mengikuti agenda riset dari pemberi dana/ dukungan dan kebutuhan yang sesuai dengan lembaga filantropi atau perusahaan. Studi ini mengungkapkan bahwa dukungan lembaga filantropi terhadap riset tidak hanya berupa dana, namun juga in kind lainnya seperti laboratorium, tenaga ahli (peneliti), peningkatan kapasitas peneliti dengan pelibatan dalam riset lembaga filantropi dan lain sebagainya. Selain sebagai pemberi dana riset, beberapa lembaga filantropi juga berperan sebagai pelaku riset itu sendiri. Mereka memiliki divisi R & D (Research and Development) yang mengembangkan riset sendiri dengan memberikan kesempatan kepada pihak lain seperti universitas, LSM, dan peneliti profesional lainnya baik individu maupun lembaga untuk melakukan riset bersama-sama. Adapun mekanisme yang mereka gunakan untuk memberikan informasi pemberian pendanaan riset ini di antaranya adalah call for proposal, kompetisi, penunjukan langsung, bidding/tender, dan sponsorship.   Studi ini menemukan fakta bahwa motif lembaga filantropi pendukung riset lebih banyak pada pemenuhan kebutuhan dari lembaga filantropi itu sendiri dibanding dukungan program terhadap ‘riset murni’. Wajar bila kemudian, studi ini juga menemukan bahwa penerima manfaat terbesar dari hasil riset lebih dirasakan oleh lembaga filantropi, pelaku riset, kemudian masyarakat. Lemahnya dampak riset pada masyarakat juga disebabkan karena penelitian yang dilakukan belum mengarah pada penelitian aplikatif dan berdampak kepada masyarakat. Karena itu, harus dibuat pendekatan baru agar lembaga filantropi lebih mendukung riset-riset yang berkontribusi langsung pada masyarakat melalui kebijakan pemerintah. Untuk menumbuhkan iklim riset nasional yang kondusif, Permerintah harus  melakukan deregulasi dan debirokratisasi terhadap aturan-aturan perguruan tinggi yang selama ini cenderung rumit dan memberatkan. Peraturan yang dibuat seharusnya dapat memicu pertumbuhan dan pengembangan riset dengan memberikan dukungan atas perlindungan Hak Kekayaan Intelektual serta kemudahan untuk mendapatkan dan mengukuhkan Hak Paten bagi pengembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, proses kreatif dalam kerja-kerja seni dan budaya, serta berbagai hal yang mendukung kemajuan peradaban bangsa. Hal yang penting lainnya adalah memberikan penghargaan bagi lembaga filantropi pendukung riset sebagai insentif, seperti kemudahan perizinan, pengurangan atau penghapusan pajak, jasa auditor, peningkatan kapasitas pengelolaan program, sinergi program, atau pengakuan kelembagaan, agar lembaga filantropi selalu memiliki antusiasme dalam mendukung pertumbuhan riset di Indonesia. Lembaga filantropi yang bernaung dalam yayasan perusahaan dapat juga didorong untuk melakukan riset sebelum mengimplementasikan program-program CSR atau program pertanggungjawaban pada masyarakat di sekitar perusahaan sehingga program tersebut dapat tepat guna. Peran masyarakat sipil dalam pengembangan riset harus diperkuat dengan memiliki semacam standar sertifikasi kemajuan yang disepakati bersama antara berbagai pemangku kepentingan di Indonesia. Studi ini menunjukkan bahwa peluang  dan upaya memajukan pengembangan riset di Indonesia haruslah dilakukan secara sinergis di antara tiga komponen strategis yaitu pemerintah, lembaga filantropi, dan lembaga penelitian yang terdiri dari a) perguruan tinggi, b) lembaga profit c) LSM/NGO. Dengan sinergitas ini, maka terjadi kolaborasi mutualisme dalam pengelolaan anggaran, prioritas isu dan cakupan riset, pengelolaan sumber daya manusia, efektivitas dan dampak, hingga mencari strategi bersama yang kreatif dan inovatif untuk mencari dukungan sumber-sumber dana riset yang lain.     Informasi lebih lanjut: Nor Hiqmah: 0815 950 8292 Ninik Annisa: 0815 8016 221 021 – 7756071 & pirac@pirac.org [1] Lihat “Menristek target tambah Rp 12 Triliun untuk anggaran riset”,  http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20150805172446-199-70287/menristek-target-tambah-rp-12-triliun-untuk-anggaran-riset/  pada tanggal 12 Februari 2016 pada jam 11.11. [2] Lihat Hari Susanto ,“Riset dan Daya Saing Bangsa”, http://www1.ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/11365/print, pada tanggal 12 Februari 2016 pada jam 11.36.
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on Pinterest
  • Share on LinkedIn
  • Share on Tumblr
  • Share on Vk
  • Share on Reddit
  • Share by Mail
https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 0 0 https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 2026-08-29 00:55:432026-08-29 00:55:43Potensi Sumbangan Filantropi Untuk Riset Rp 1,025 Triliun Per tahun
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search Search

Recent Posts

  • Merajut Kolaborasi, Mendanai Masa Depan: Inovasi Filantropi untuk Pendidikan Indonesia
  • Potret Asa Lebah Sempage : Di Tengah Realitas, Warga Menjaga Harapan akan Hidup yang Lebih Sejahtera
  • Suara dari Pakisrejo Harapan Masyarakat untuk Keluar dari Kemiskinan
  • Aliansi Filantropi Desak Pemerintah Lindungi, Bukan Batasi, Sumbangan Bencana
  • Menuju Era Baru Filantropi: Saatnya Regulasi Usang Penggalangan Dana Berubah

Recent Comments

    Archives

    • August 2026
    • May 2026
    • April 2026
    • February 2026
    • December 2025
    • September 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • June 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • October 2023
    • July 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • August 2021
    • September 2020
    • June 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • April 2019
    • March 2019
    • February 2019
    • January 2019
    • December 2018
    • October 2018
    • April 2018
    • November 2016
    • August 2016
    • June 2016
    • May 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • October 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • February 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013
    • August 2013
    • June 2013
    • February 2013
    • December 2012
    • November 2012
    • October 2012
    • September 2012
    • August 2012
    • July 2012
    • June 2012
    • May 2012
    • April 2012
    • February 2012
    • January 2012

    Categories

    • Kemitraan dan Jaringan
    • Uncategorized

    Tentang PIRAC

    Organisasi independen yang menyediakan jasa penelitian, pelatihan, konsultasi, advokasi, dan penyebaran informasi di bidang filantropi, serta mobilisasi sumber daya, dan penguatan organisasi masyarakat sipil di Indonesia.

    ENFOLD L.A.

    1818 N Vermont Ave
    Los Angeles, CA, United States

    (555) 774 433

    LA@enfold-startup.com

    ENFOLD Detroit

    4870 Cass Ave
    Detroit, MI, United States

    (555) 389 976

    detroit@enfold-startup.com

    Sitemap

    • About PIRAC
      • Contact Us
      • Program and Activity
      • Research And Study
        • An Evidence-Based Behavior Change Roadmap in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara
        • Breaking the Chain of Extreme Poverty
    • Berita Kegiatan
    • Contact
    • Contact
    • Depan
    • Kontak Kami
    • Manajemen PIRAC
      • Pengurus PIRAC
    • News
    • Our Story
    • Pricing
    • Products
    • Products
    • Profil PIRAC
      • Struktur Organisasi PIRAC
      • Tentang PIRAC
    • Program Kerja
      • Advokasi Kebijakan
      • Fundraising dan Keberlanjutan
      • Kampanye dan Edukasi
        • Buku PIRAC
        • Siaran Pers
      • Kemitraan dan Jaringan
      • Pelatihan dan Pendampingan
      • Riset dan Kajian
        • Baseline Study Collective Care Fund Project
        • Dari Peta Sosial ke Aksi Nyata: Riset OMS dalam Memperluas Akses Air Bersih dan Sanitasi
        • Komunikasi yang Menggerakkan: Peta Jalan Perubahan Perilaku Berbasis Bukti di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur
        • Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem
        • Menuju Indonesia Bebas TBC: Riset sebagai Fondasi Strategi OMS Kesehatan yang Berkelanjutan
        • Riset Aksi dan Peran Lembaga Filantropi Dalam Pencapaian SDGs di Indonesi
        • Riset Mengenai Kesiapan Exit Strategy Program Mitra PT Indofood
        • Riset Pemetaan Potensi Filantropi Pendukung Program Bantuan Hukum untuk Warga Miskin dan Kelompok Rentan
        • Riset Pemetaan Potensi Lembaga Filantropi untuk Mendukung Pendidikan di Indonesia
        • Studi Doing Good Index 2024
        • Studi Pemetaan Solidaritan Sosial dan Kemanusiaan di Era Pandemi Covid19
        • Studi Pemetaan Sosial Kondisi Masyarakat di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat
    • Sample Page
    • Syarat dan Ketentuan
    © Copyright - PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center - Enfold WordPress Theme by Kriesi
    Link to: Lowongan Researcher & Associate Researcher di PIRAC Link to: Lowongan Researcher & Associate Researcher di PIRAC Lowongan Researcher & Associate Researcher di PIRAC Link to: Berdaya Karena Dukungan Mitra Link to: Berdaya Karena Dukungan Mitra Berdaya Karena Dukungan Mitra
    Scroll to top Scroll to top Scroll to top