PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center
  • Depan
  • Profil PIRAC
    • Tentang PIRAC
    • Struktur Organisasi PIRAC
  • Program Kerja
    • Riset dan Kajian
    • Pelatihan dan Pendampingan
    • Advokasi Kebijakan
    • Kemitraan dan Jaringan
    • Fundraising dan Keberlanjutan
    • Kampanye dan Edukasi
  • Berita Kegiatan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Nelurusin Sejarah, Mungutin Sampah

August 29, 2026/0 Comments/in Uncategorized/by

Siaran Pers

Napak Tilas Ciliwung  Jembatan Panus Bangun Ruang Kesadaran Sejarah dan Kecintaan Alam Lingkungan

Depok, 29 September 2019  –  

Sejumlah elemen masyarakat sipil Kota Depok, Jawa Barat, menggelar kegiatan di Jembatan Panus, Minggu 29 September 2019 sebagai upaya membangun kesadaran anak-anak muda  tentang sejarah dan kecintaan kepada alam lingkungan kota tersebut.

Bertajuk kegiatan “Nelusurin Sejarah, Mungutin Sampah”, para inisiator berharap bahwa pengembalian ingatan sejarah akan membuat masyarakat, terutama anak-anak muda, untuk lebih peduli terhadap lingkungannya, terutama lingkungan di sekitar Sungai Ciliwung, tempat penyelenggaraan kegiatan.

“Kegiatan ini dimaksud untuk mengenalkan sejarah Ciliwung, sebagai pintu masuk keberagaman di Depok, sekaligus menumbuhkan kecintaan pada kebersihan lingungan, secara bersama dari beragam latar belakang kaum muda dan masyarakat di kota Depok,” kata Koordinator Depok Beragam,  Nor Hiqmah, di Depok, Minggu 29 September 2019.

Sementara sejarawan JJ Rizal mengungkapkan, “Ciliwung telah membuat Depok sejatinya adalah masyarakat sungai. Tetapi kenyataan ini banyak dilupakan. Ciliwung seharusnya adalah situs sejarah besar, tetapi tidak terawat, kotor penuh sampah. Ciliwung jadi tong sampah, dijadikan tempat pembuangan akhir,” ujar sejarahwan JJ Rizal.

Ia berharap masyarakat Kota Depok bisa menjadikan dan menghargai Ciliwung sebagai ruang sejarah. “Sebab di sungai ini tersimpan sejarah dengan local wisdom atau nilai-nilai kebijaksanaannya untuk kita belajar tentang asal usul Kota Depok dan keberagaman manusia Depok dengan alam lingkungannya. Jadi marilah kita rawat Ciliwung sebagai museum hidup kita,” ungkap Rizal.

Sejarah mencatat, hubungan pertama Depok dengan dunia internasional yang  membuat Depok memiliki komunitas masyarakat yang beragam dimungkinkan oleh Ciliwung. Hubungan pertama ini dimulai dengan orang-orang Tionghoa. Buktinya adalah situs sejarah Pondok Cina dari abad ke-17 yang terletak tak jauh dari Ciliwung. Kemudian disusul hubungan dengan Eropa yang dimulai dengan Belanda, ini meninggalkan banyak situs sejarah, salah satunya adalah Jembatan Panus yang membentang di atas Ciliwung dekat pemukiman kaum Belanda Depok. Situs yang berumur satu abad pada tahun 2017 lalu ini menjadi gerbang keterbukaan tambahan yang menghubungan Depok dengan daerah sekitar, terutama Jakarta dan Bogor.Situs sejarah jembatan Panus inilah yang menjadi tempat kegiatan “Nelusurin Sejarah, Mungutin Sampah”. Ferdy Jonathan sebagai Ketua Komunitas Ciliwung Panus (KCP) menyatakan, “Kami menyambut baik kegiatan menelusuri sejarah sambil bebersih ini karena sifatnya yang teramat penting untuk membangun kesadaran sejarah serta kecintaan kepada Ciliwung, ini memang perlu perhatian”.

Kegiatan ini diikuti oleh kaum muda kota Depok dari berbagai komunitas dan perwakilan-perwakilan siswa SMA/SMK se-Kota Depok beserta perwakilan guru pendamping. Beberapa sekolah yang terlibat dalam kegiaan diantaranya adalah SMA Lazuardi, SMA Cakrabuana, SMK Kesuma Bangsa, SMAN 7, SMAN 5 dan SMAN 8. Sebelumnya, komunitas masyarakat Depok yang tergabung dalam kampanye Depok Beragam, juga telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan. Salah satunya adalah “Jalan-Jalan Sejarah Keberagaman Depok Tempo Doeloe” yang digelar pada Sabtu 24 Agustus 2019 lalu.

Kegiatan bertajuk Menelusuri Sejarah Mungutin sampah ini merupakan rangkaian dari Kampanye keberagaman Kota Depok #DepokBeragam #DepokBersejarah. Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi masyarakat sipil di Depok, diantaranya Komunitas Sejarah Depok (KSD,) Public Research & Advocacy Center (PIRAC), Komunitas Ciliwung Panus (KCP) Komunitas Bambu, yang didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cabang II Provinsi Jawa Barat dan Search for Common Ground (SFCG). ***

Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on Pinterest
  • Share on LinkedIn
  • Share on Tumblr
  • Share on Vk
  • Share on Reddit
  • Share by Mail
https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 0 0 https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 2026-08-29 00:55:592026-08-29 00:55:59Nelurusin Sejarah, Mungutin Sampah
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search Search

Recent Posts

  • Merajut Kolaborasi, Mendanai Masa Depan: Inovasi Filantropi untuk Pendidikan Indonesia
  • Potret Asa Lebah Sempage : Di Tengah Realitas, Warga Menjaga Harapan akan Hidup yang Lebih Sejahtera
  • Suara dari Pakisrejo Harapan Masyarakat untuk Keluar dari Kemiskinan
  • Aliansi Filantropi Desak Pemerintah Lindungi, Bukan Batasi, Sumbangan Bencana
  • Menuju Era Baru Filantropi: Saatnya Regulasi Usang Penggalangan Dana Berubah

Recent Comments

    Archives

    • August 2026
    • May 2026
    • April 2026
    • February 2026
    • December 2025
    • September 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • June 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • October 2023
    • July 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • August 2021
    • September 2020
    • June 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • April 2019
    • March 2019
    • February 2019
    • January 2019
    • December 2018
    • October 2018
    • April 2018
    • November 2016
    • August 2016
    • June 2016
    • May 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • October 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • February 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013
    • August 2013
    • June 2013
    • February 2013
    • December 2012
    • November 2012
    • October 2012
    • September 2012
    • August 2012
    • July 2012
    • June 2012
    • May 2012
    • April 2012
    • February 2012
    • January 2012

    Categories

    • Kemitraan dan Jaringan
    • Uncategorized

    Organisasi independen yang menyediakan jasa penelitian, pelatihan, konsultasi, advokasi, dan penyebaran informasi di bidang filantropi, serta mobilisasi sumber daya, dan penguatan organisasi masyarakat sipil di Indonesia.

    Alamat

    Jl. M. Ali No. 2 Tanah Baru, Beji, Depok Jawa Barat Indonesia

    © Copyright - PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center - Enfold WordPress Theme by Kriesi
    Link to: Pers Release : Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Koperasi SELERA Link to: Pers Release : Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Koperasi SELERA Pers Release : Penguatan Ekonomi Masyarakat Melalui Koperasi SELERA Link to: Lowongan Kerja Staf Riset Link to: Lowongan Kerja Staf Riset Lowongan Kerja Staf Riset
    Scroll to top Scroll to top Scroll to top