PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center
  • Depan
  • Profil PIRAC
    • Tentang PIRAC
    • Struktur Organisasi PIRAC
  • Program Kerja
    • Riset dan Kajian
    • Pelatihan dan Pendampingan
    • Advokasi Kebijakan
    • Kemitraan dan Jaringan
    • Fundraising dan Keberlanjutan
    • Kampanye dan Edukasi
  • Berita Kegiatan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Rakom Simponi Membuat Mereka Satu Hati

August 11, 2012/0 Comments/in Uncategorized/by
RANOOHA – Radio Komunitas Simponi, terletak di Desa Ranooha Lestari, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan. Kawasan tersebut dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar 3 jam dari Pusat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Karena lokasi ini berada di pelosok, jalan menuju desa tersebut kurang bersahabat.Aspal jalan sudah banyak yang rusak dan dipenuhi lobang, membuat setiap kendaraan menuju desa tersebut harus serba hati-hati, jika tidak mau terjebak dalam lobang di jalanan. Syukur-syukur kalau melewatinya di musim panas, sehingga sedikit membantu kendaraan yang melewati badan jalan yang kering, meski harus sabar mengipas debu yang berterbangan dan memasuki celah jendela kendaraan.  Disarankan untuk memakai masker sepanjang perjalanan jika tidak menaiki mobil yang berpendingin dan tertutup rapat, karena debu yang berterbangan diterpa kendaraan yang melintas dapat mengganggu pernapasan. Debu-debu ini tentunya juga menyusup ke kamar-kamar rumah penduduk yang berada di pinggir jalan dan mengancam penghuninya diserang penyakit ISPA. Tapi dapat dibayangkan ketika menempuh jalan tersebut di saat musim hujan, bisa jadi beberapa ruas jalan tidak bisa dilewati. Jika masih nekat, tentu harus bersiap untuk terjebak dalam lobang berlumpur atau setidaknya mandi di genangan air kotor karena tanah jalanan yang tadi kering dan berdebu di musim panas akan menjadi lumpur di musim hujan. Tim Publik Interest Research dan Advocacy Center (PIRAC) Maifil (Peneliti) dan Yayan (Film Maker) mengunjungi Desa Ranooha untuk kebutuhan studi di Radio Komunitas Simponi, karena itu setelah sampai malam hari di Kota Kendari dari Jakarta, Senin (5/11/2012), esok harinya Pukul 8.30 WITA, Tim PIRAC menuju Desa Ranooha Lestari. Untuk mencapai desa tersebut, Tim memilih menggunakan mobil carteran dan tidak menggunakan angkutan umum, kalau menggunakan angkutan umum dipastikan agak menyita waktu, karena akan menunggu mobil ini penuh dan kerap kali dengan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas yang seharusnya. Hal itu dikarenakan jumlah mobil angkutannya yang sedikit untuk menuju kawasan tersebut. Sekitar Pukul 11.50 WITA Tim PIRAC pun sampai di Desa Rranooha Lestari yang asri, dihiasi pemandangan rumah-rumah penduduk yang berjejer di sepanjang jalan dengan arsitektur berbeda-beda, ini menandakan keberagaman penduduk di desa tersebut. Mereka  berasal dari berbagai etnik di Indonesia seperti etnik Jawa, Bali, Kolaki dan Bugis. Tim PIRAC yang didampingi Tim Jaringan Radio Komunitas (JRK) Sulawesi Tenggara yang dipimpin Ibrahim yang akrab dipanggi Ibe ini  sampai di Simponi disambut oleh Pimpinan Radio Komunitas Simponi Kasmari, 49 tahun, yang dikenal di udara sebagai Mas Bangun. Mas Bangun terlihat senang dengan kedatangan Tim PIRAC, senyuman yang tulus keluar dari bibirnya yang dihiasi kumis tebal di atasnya. Jabatan tangan yang erat mengalirkan kehangatan atas sambutan tersebut. Setelah menyalami satu per satu, Mas Bangun mengajak Tim ke dalam rumahnya di bagian belakang, untuk rehat. Di gedung bagian belakang itulah Mas Bangun dan keluarga tinggal, sementara di rumah bagian depan terdiri dari dua gedung; kiri dan kanan. Di gedung bagian kiri bertingkat dua, di bagian atas digunakan untuk Studio Rakom Simponi dan di bagian bawahnya digunakan sebagai Studio Foto, unit usaha Rakom Simponi. Sedangkan gedung di sebelah kanan juga bertingkat dua yang di atas terdiri dari beberapa kamar yang berfungsi sebagai guest house dan di bawahnya berupa Show Room Motor, Ruang Lab Cetak Foto dan Sablon yang semuanya bagian dari unit usaha Rakom Simponi. Sebenarnya dari pagi sudah beberapa kali Mas Bangun mengkonfirmasi Tim PIRAC dan JRK Sultra, saking berharapnya segera bertemu. Ia yang sangat bersahabat ini benar-benar senang jika ada tamu yang mampir ke rumahnya dan memberikan apresiasi terhadap Rakom yang dikelolanya bersama teman-temannya. Rakom Simponi yang dikelola Mas Bangun berada di kawasan berpenduduk 200 kk dengan latar belakang pendudduk dari etnik Jawa, Bali, Bugis, Kolaki, dan Sunda. Rata-rata penduduknya bertani dan memiliki sawah tadah hujan, kebun coklat, kelapa dan jeruk. Etnik Jawa, Bali dan Sunda datang ke kawasan tersebut menurut cerita Mas Bangun, sekitar tahun 1980-an, mereka ikut program pemerintah melalui transmigrasi. Kini, Ranooha Lestari sudah menjadi kampung mereka karena daerah moyangnya di Jawa dan Bali sudah lama ditinggalkan. Di Ranooha mereka hidup dan melahirkan generasi baru tapi tetap saja mereka tidak bisa meninggalkan budayanya. Mereka tetap melestarikan dan mencitai budaya yang mereka bawa ke desa tersebut dan diwariskan secara turun temurun. Media budaya itu muncul melalui prosesi adat yang masih kuat melekat dengan mereka. Selain prosesi adat yang mampu melepaskan kerinduan mereka pada kampung halaman, Radio Simponilah media lain yang menjadi andalan utama mereka. Maklum kehidupan mereka yang umumnya bertani, media radiolah yang paling efektif dan gampang di bawa ke mana-mana. Meskipun ada televisi tapi tidak mungkin TV diangkut ke kebun atau memanjat pohon nira. Begitu juga koran, mereka tidak punya kesempatan membaca koran, karena koran tidak memungkinkan dibaca sambil berkerja di kebun apatah lagi penjual koran memang jarang masuk ke desa mereka. Dengan radio mereka bisa distel di mana saja; sambil berjalan ke kebun, sambil memacul, sambil memanjat pohon kelapa, memetik kakao dan rehat makan setelah penat berkerja Siaran Simponi selalu menemani. Apalagi Radio Simponi yang dikelola Mas Bangun, selalu menyiarkan informasi dan hiburan dengan menu yang memenuhi kepuasan pendengar yang berasal dari berbagai etnik dan agama tersebut. Rakom Simponi membagi waktu untuk siaran berbahasa Jawa dan menghadirkan lagu dari berbagai etnik seperti Bugis, Kolaki, Jawa, Sunda dan Bali tersebut. Sehingga setiap etnik dalam jangkauan Radio Simponi terpuaskan dan terhibur dengan lagu-lagu yang dihadirkan dengan bahasa mereka. Sehingga fans Simponi di Ranooha Lestari dan sekitarnya menjadi sangat mencintai Simponi dan mereka merasa memiliki. Tidak heran dalam setiap menu siaran, telpon dari selular pendengar selalu berdering di studio untuk merequest lagu dan menitip salam kepada pendengar lain. Silaturrahmi yang terjalin di udara melalui Radio Simponi tidak saja mengakrabkan mereka di udara, akan tetapi juga mengakrabkan mereka sehari-hari meski berasal dari latar belakang etnik dan agama yang berbeda, mereka hidup damai dan menjadi saudara yang dikuatkan oleh siaran Simponi. – Maifil/Sekolah Fundraising PIRAC
Share this entry
  • Share on Facebook
  • Share on X
  • Share on Pinterest
  • Share on LinkedIn
  • Share on Tumblr
  • Share on Vk
  • Share on Reddit
  • Share by Mail
https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 0 0 https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 2012-08-11 23:44:002012-08-11 23:44:00Rakom Simponi Membuat Mereka Satu Hati
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search Search

Recent Posts

  • Merajut Kolaborasi, Mendanai Masa Depan: Inovasi Filantropi untuk Pendidikan Indonesia
  • Potret Asa Lebah Sempage : Di Tengah Realitas, Warga Menjaga Harapan akan Hidup yang Lebih Sejahtera
  • Suara dari Pakisrejo Harapan Masyarakat untuk Keluar dari Kemiskinan
  • Aliansi Filantropi Desak Pemerintah Lindungi, Bukan Batasi, Sumbangan Bencana
  • Menuju Era Baru Filantropi: Saatnya Regulasi Usang Penggalangan Dana Berubah

Recent Comments

    Archives

    • August 2026
    • May 2026
    • April 2026
    • February 2026
    • December 2025
    • September 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • June 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • October 2023
    • July 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • August 2021
    • September 2020
    • June 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • April 2019
    • March 2019
    • February 2019
    • January 2019
    • December 2018
    • October 2018
    • April 2018
    • November 2016
    • August 2016
    • June 2016
    • May 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • October 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • February 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013
    • August 2013
    • June 2013
    • February 2013
    • December 2012
    • November 2012
    • October 2012
    • September 2012
    • August 2012
    • July 2012
    • June 2012
    • May 2012
    • April 2012
    • February 2012
    • January 2012

    Categories

    • Kemitraan dan Jaringan
    • Uncategorized

    Tentang PIRAC

    Organisasi independen yang menyediakan jasa penelitian, pelatihan, konsultasi, advokasi, dan penyebaran informasi di bidang filantropi, serta mobilisasi sumber daya, dan penguatan organisasi masyarakat sipil di Indonesia.

    ENFOLD L.A.

    1818 N Vermont Ave
    Los Angeles, CA, United States

    (555) 774 433

    LA@enfold-startup.com

    ENFOLD Detroit

    4870 Cass Ave
    Detroit, MI, United States

    (555) 389 976

    detroit@enfold-startup.com

    Sitemap

    • About PIRAC
      • Contact Us
      • Program and Activity
      • Research And Study
        • An Evidence-Based Behavior Change Roadmap in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara
        • Breaking the Chain of Extreme Poverty
    • Berita Kegiatan
    • Contact
    • Contact
    • Depan
    • Kontak Kami
    • Manajemen PIRAC
      • Pengurus PIRAC
    • News
    • Our Story
    • Pricing
    • Products
    • Products
    • Profil PIRAC
      • Struktur Organisasi PIRAC
      • Tentang PIRAC
    • Program Kerja
      • Advokasi Kebijakan
      • Fundraising dan Keberlanjutan
      • Kampanye dan Edukasi
        • Buku PIRAC
        • Siaran Pers
      • Kemitraan dan Jaringan
      • Pelatihan dan Pendampingan
      • Riset dan Kajian
        • Baseline Study Collective Care Fund Project
        • Dari Peta Sosial ke Aksi Nyata: Riset OMS dalam Memperluas Akses Air Bersih dan Sanitasi
        • Komunikasi yang Menggerakkan: Peta Jalan Perubahan Perilaku Berbasis Bukti di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur
        • Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem
        • Menuju Indonesia Bebas TBC: Riset sebagai Fondasi Strategi OMS Kesehatan yang Berkelanjutan
        • Riset Aksi dan Peran Lembaga Filantropi Dalam Pencapaian SDGs di Indonesi
        • Riset Mengenai Kesiapan Exit Strategy Program Mitra PT Indofood
        • Riset Pemetaan Potensi Filantropi Pendukung Program Bantuan Hukum untuk Warga Miskin dan Kelompok Rentan
        • Riset Pemetaan Potensi Lembaga Filantropi untuk Mendukung Pendidikan di Indonesia
        • Studi Doing Good Index 2024
        • Studi Pemetaan Solidaritan Sosial dan Kemanusiaan di Era Pandemi Covid19
        • Studi Pemetaan Sosial Kondisi Masyarakat di Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat
    • Sample Page
    • Syarat dan Ketentuan
    © Copyright - PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center - Enfold WordPress Theme by Kriesi
    Link to: Rakom Darsa: Akrab Sesama Geutanyoe Link to: Rakom Darsa: Akrab Sesama Geutanyoe Rakom Darsa: Akrab Sesama Geutanyoe Link to: Panduan Manajemen Kerelawanan Link to: Panduan Manajemen Kerelawanan Panduan Manajemen Kerelawanan
    Scroll to top Scroll to top Scroll to top