PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center
  • Depan
  • Profil PIRAC
    • Tentang PIRAC
    • Struktur Organisasi PIRAC
  • Program Kerja
    • Riset dan Kajian
    • Pelatihan dan Pendampingan
    • Advokasi Kebijakan
    • Kemitraan dan Jaringan
    • Fundraising dan Keberlanjutan
    • Kampanye dan Edukasi
  • Berita Kegiatan
  • Click to open the search input field Click to open the search input field Search
  • Menu Menu

Tag Archive for: urban farming

Budidaya Lele RW 08 – Dari Tantangan Menuju Kemandirian Pangan

01/02/2025/0 Comments/in Pelatihan dan Pendampingan/by admin

[vc_row][vc_column][vc_column_text css=””]Kegiatan monitoring budidaya lele yang dilaksanakan pada 26 Desember 2024 mengungkap berbagai dinamika menarik dalam upaya pengembangan perikanan darat di tingkat desa. Di balik pertumbuhan yang menggembirakan, tim monitoring menemukan beberapa tantangan operasional yang membutuhkan perhatian khusus.

“Kendala utama yang kami hadapi saat ini adalah masalah pengelolaan air kolam,” ungkap Pak Mustari, ketua kelompok budidaya lele, saat ditemui di lokasi pembudidayaan. Menurut penjelasannya, ada beberapa masalah operasional yang perlu segera ditangani.

“Kami menemukan bahwa air kolam sering berkurang secara tidak terduga. Setelah diselidiki, ternyata ada anak-anak yang kadang bermain di sekitar kolam dan iseng membuka saluran air. Ini tentu mengganggu stabilitas air kolam,” jelasnya sambil menunjukkan beberapa titik saluran air yang rawan gangguan.

Lebih lanjut Pak Mustari menambahkan bahwa beberapa kali ditemui adanya kelalaian dari petugas piket yang terkadang lupa menutup saluran air setelah melakukan pergantian air kolam. Ini membuat air terus mengalir keluar tanpa terkendali.

Setalah dilakukan pemeriksaan oleh pak Hari selaku pendamping budidaya lele, kendala – kendala yang muncul tidak begitu mempengaruhi pertumbuhan lele. Di tengah tantangan tersebut, perkembangan lele menunjukkan hasil yang menggembirakan. “Alhamdulillah, meski ada beberapa kendala, lele-lele kita tumbuh dengan baik. Saat ini berat rata-ratanya sudah mencapai 80 gram per ekor,” ujar Pak Hari dengan wajah optimis.

Menanggapi berbagai kendala yang ada, Pak Mustari sekalu ketua kelompok menyampaikan beberapa solusi strategis. “Kami akan meningkatkan pengawasan dan memastikan petugas piket lebih teliti saat melakukan pergantian air maupun pemberian pakan. Sistem saling mengingatkan antar petugas piket juga akan diterapkan untuk meminimalisir kelalaian dalam menjalankan tugas,” jelasnya.

Kabar menggembirakan lainnya datang dari sisi pemasaran. Dalam pertemuan monitoring tersebut, telah dicapai kesepakatan harga jual lele yang menjanjikan. “Kami sudah sepakat dengan pembeli untuk harga Rp 24.000 per kilogram dalam kondisi segar. Ini adalah harga yang cukup baik mengingat kondisi pasar saat ini,” ungkap Pak Wahyudi anggota budidaya lele menanggapi diskusi harga lele di pasaran.

 

Yang lebih menarik, hasil penjualan nantinya akan digunakan untuk pengembangan usaha. “Kami berencana menggunakan hasil penjualan ini untuk membeli bibit lele baru dan menambah jumlah kolam. Target kami adalah meningkatkan kapasitas produksi agar bisa memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah,” tambahnya menegaskan hasil kesepakatan kelompok.

 

Rencana panen sendiri sudah mulai dipersiapkan. “Kemungkinan besar kami akan melakukan panen antara akhir Januari atau awal Februari 2025. Sebelum panen, kami akan melakukan pemisahan antara lele yang sudah siap panen dengan yang masih perlu waktu tambahan untuk mencapai ukuran optimal,” jelas Pak Mustari selaku ketua kelompok.

Untuk memastikan keberlanjutan usaha, tim pengelola juga telah menyusun sejumlah langkah strategis, antara lain:

– Peningkatan sistem keamanan kolam

– Perbaikan manajemen pengelolaan dengan penerapan sistem checklist harian

– Optimalisasi pemberian pakan dan pemantauan kualitas air

– Persiapan penambahan kolam baru untuk meningkatkan kapasitas produksi paska panen

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Ketua RW 08, Pak Rojali, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan budidaya lele di wilayahnya. “Kami sangat optimis usaha ini akan terus berkembang. Dengan dukungan warga dan perbaikan sistem yang telah dilakukan, target kemandirian pangan di tingkat RW dapat segera tercapai,” ungkap Pak Rojali.

Keberhasilan budidaya lele ini menjadi bukti nyata bahwa dengan pengelolaan yang tepat, usaha perikanan darat bisa menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat desa. Tidak hanya memberikan keuntungan finansial, program ini juga berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan di tingkat lokal.

Ke depan, model pengembangan budidaya lele ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ingin mengembangkan potensi perikanan darat mereka. Dengan kombinasi pendampingan teknis yang tepat, manajemen yang baik, dan semangat untuk terus berkembang, usaha budidaya lele ini diprediksi akan terus tumbuh dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. **NH[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png 0 0 admin https://pirac.org/wp-content/uploads/2026/09/logo_PIRAC_web_200px.png admin2025-02-01 23:27:002026-09-05 07:46:21Budidaya Lele RW 08 – Dari Tantangan Menuju Kemandirian Pangan
Search Search

Recent Posts

  • Merajut Kolaborasi, Mendanai Masa Depan: Inovasi Filantropi untuk Pendidikan Indonesia
  • Potret Asa Lebah Sempage : Di Tengah Realitas, Warga Menjaga Harapan akan Hidup yang Lebih Sejahtera
  • Suara dari Pakisrejo Harapan Masyarakat untuk Keluar dari Kemiskinan
  • Aliansi Filantropi Desak Pemerintah Lindungi, Bukan Batasi, Sumbangan Bencana
  • Menuju Era Baru Filantropi: Saatnya Regulasi Usang Penggalangan Dana Berubah

Recent Comments

    Archives

    • August 2026
    • May 2026
    • April 2026
    • February 2026
    • December 2025
    • September 2025
    • July 2025
    • June 2025
    • May 2025
    • March 2025
    • February 2025
    • November 2024
    • October 2024
    • June 2024
    • March 2024
    • February 2024
    • January 2024
    • October 2023
    • July 2023
    • April 2023
    • March 2023
    • January 2023
    • June 2022
    • August 2021
    • September 2020
    • June 2020
    • December 2019
    • October 2019
    • September 2019
    • August 2019
    • July 2019
    • April 2019
    • March 2019
    • February 2019
    • January 2019
    • December 2018
    • October 2018
    • April 2018
    • November 2016
    • August 2016
    • June 2016
    • May 2016
    • November 2015
    • October 2015
    • September 2015
    • October 2014
    • April 2014
    • March 2014
    • February 2014
    • December 2013
    • November 2013
    • October 2013
    • August 2013
    • June 2013
    • February 2013
    • December 2012
    • November 2012
    • October 2012
    • September 2012
    • August 2012
    • July 2012
    • June 2012
    • May 2012
    • April 2012
    • February 2012
    • January 2012

    Categories

    • Advokasi Kebijakan
    • Berita Kegiatan
    • Fundraising dan Keberlanjutan
    • Kampanye dan Edukasi
    • Kemitraan dan Jaringan
    • Pelatihan dan Pendampingan
    • Riset dan Kajian Kebijakan
    • Uncategorized

    Alamat

    Jl. M. Ali No. 2 Tanah Baru, Beji, Depok Jawa Barat Indonesia

    © Copyright - PIRAC - Public Interest Research and Advocacy Center - Enfold WordPress Theme by Kriesi
    Scroll to top Scroll to top Scroll to top