Kolaborasi untuk Papua: Menguatkan OMS Papua Melalui Sinergi Lintas Sektor

Kolaborasi untuk Papua: Menguatkan OMS Papua Melalui Sinergi Lintas Sektor

Jayapura, Papua – Papua memiliki potensi lokal dan kekuatan komunitas yang besar. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah memastikan organisasi masyarakat sipil (OMS) akar rumput—khususnya yang bergerak di isu perempuan dan anak—memiliki kapasitas memadai dan akses terhadap jejaring kolaborasi lintas sektor.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, pada Kamis, 22 Mei 2025, PIRAC bersama Ananta Fund – Yayasan KEHATI menyelenggarakan Pertemuan Kolaborasi Multi-Sektor di Jayapura. Kegiatan ini mempertemukan dua OMS lokal, yaitu Yayasan Harapan Ibu (YHI) dan Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Papua (LP3AP), dengan sejumlah pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, filantropi, dan swasta.

Pertemuan ini dirancang sebagai diskusi terbuka yang bertujuan menjembatani komunikasi dan menjajaki peluang sinergi program antara OMS lokal dan para mitra potensial. Hadir dalam pertemuan ini antara lain perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Dompet Dhuafa, LAZISMU, Ananta Fund – Yayasan KEHATI, serta PIRAC. Beberapa pihak lain dari perusahaan dan pemerintah telah mengonfirmasi kehadiran dalam diskusi kolaborasi ini, sayangnya mereka tidak dapat hadir hingga acara berakhir.

YHI dan LP3AP memanfaatkan forum ini untuk mempresentasikan program-program yang sedang dan akan mereka jalankan. Tujuannya adalah mengenalkan organisasi dan kegiatannya kepada para mitra potensial.
Sementara itu, masing-masing mitra yang hadir turut membagikan program kerja mereka serta peluang kolaborasi, seperti di bidang pelestarian lingkungan, layanan pemulasaraan jenazah gratis, serta edukasi dan pemberdayaan perempuan.

Diskusi juga menyoroti berbagai isu penting di masyarakat, seperti kekerasan berbasis gender, keterbatasan layanan dasar, minimnya keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan, serta rendahnya literasi lingkungan yang berdampak pada buruknya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan di Papua.

Pertemuan ini berhasil membuka ruang dialog yang konstruktif dan memunculkan sejumlah komitmen awal untuk menjalin kerja sama. Para peserta menyambut positif kegiatan ini dan berharap forum serupa dapat dilanjutkan untuk mendorong Papua yang lebih inklusif dan berdaya di masa mendatang.



alpha4d login