Membangun Harapan dari Kolam Lele dan Kebun Gizi Komunitas Lansia
- 09/05/2025
- Posted by: Bung Administrator
- Categories: Berita, Pendampingan
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana sebuah kolam lele dan kebun sederhana bisa menjadi simbol kemandirian sebuah komunitas? PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) bersama Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC DD), dengan dukungan Irish Aid mewujudkan hal itu. Hal itu direalisasikan melalui pelaksanaan program “GERAK CEPAT: Gerakan Kesehatan Ciketing untuk Pemberdayaan Terpadu”. Program ini bertujuan mengurangi pengeluaran keluarga terkait kebutuhan pangan, memastikan pemenuhan gizi melalui kebun gizi dan budidaya lele, serta meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Pada Rabu, 7 Mei 2025, pelatihan pemijahan lele dan media tanam dilaksanakan oleh PIRAC dengan bantuan narasumber ahli perikanan dan ahli kebun. Sebanyak 30 warga RW 08 Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi mengikuti pelatihan tersebut dengan antusias. Pelatihan ini merupakan bagian dari program GERAK CEPAT (Gerakan Kesehatan Ciketing untuk Pemberdayaan Terpadu). Pelatihan ini juga dihadiri oleh Bapak Mustari dan Bapak Wahyudi selaku pengurus Komunitas Lansia Kebun Gizi RW 08 Ciketing Udik, serta Bapak Rojali (Ketua RW 08) yang turut hadir.
Materi pelatihan difokuskan pada teknik dasar pemijahan ikan lele serta pembuatan media tanam organik, dua aspek penting dalam membangun ekosistem pangan mandiri berbasis komunitas. Para peserta menunjukkan ketertarikan yang besar dan aktif berdiskusi selama sesi berlangsung. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal peningkatan kapasitas warga dalam mengelola sumber pangan secara berkelanjutan dan mandiri dari skala rumah tangga.
Tahukah Anda bahwa RW 08 juga memiliki Kelompok Wanita Tani bernama Berkah Delima Tujuh? Saat ini mereka sedang mewakili Kota Bekasi dalam verifikasi penerima bantuan Provinsi Jawa Barat. Sebuah kebanggaan! Tapi bukan itu saja yang menarik—Bu Winarsih, salah satu tokoh perempuan di RW 08 Kelini, kini sedang berjuang mengajukan bantuan usaha ternak ayam. Apa yang membuat mereka layak mendapat dukungan? Salah satunya adalah keberhasilan budidaya maggot, yang menjadi inovasi luar biasa untuk memenuhi kebutuhan pakan lele secara mandiri dan hemat biaya.
Budidaya maggot yang dikelola warga sudah berjalan dan bahkan telah dinilai sukses oleh tim Monitoring dan Evaluasi Kelurahan Ciketing Udik. Pak Wahyudi, yang memimpin pemberian pakan, kini sudah memasuki tahap pemberian pakan maggot ketiga. Ini bukan hanya sekadar memberi makan lele—ini adalah bentuk nyata dari inovasi lokal yang berpihak pada rakyat kecil. Dan Anda mungkin setuju, bahwa inisiatif seperti ini patut ditiru di tempat lain.
Kini, warga RW 08 sedang membentuk Pokdakan Berkah Delima Tujuh—kelompok pembudidaya ikan yang tengah menjalin komunikasi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Bekasi. Semangat gotong royong mereka bisa Anda rasakan jika berkunjung langsung ke lokasi kegiatan. Kami dengan tangan terbuka mengundang Anda—baik individu, komunitas, maupun lembaga—untuk ikut serta.
