Dari Project Finance ke Strategic Finance: PIRAC Ikuti Pelatihan Keuangan Strategis untuk Ketahanan Organisasi

Jakarta, 11 November 2025Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) mengikuti pelatihan Keuangan Strategi untuk OMS yang diselenggarakan oleh Re.Search, sebuah program yang fokus pada penguatan kapasitas organisasi masyarakat sipil (OMS). Pelatihan ini membahas strategi penguatan ketahanan finansial OMS di tengah lanskap pendanaan yang semakin menantang.

Pelatihan yang dipandu oleh Novi Meyanto, Co-Director program Re.Search, bersama Hadi Prayitno, AK., CA., ini menyoroti urgensi pergeseran paradigma dari pengelolaan keuangan berbasis proyek menuju keuangan strategis.

 Lanskap Pendanaan OMS yang Menyusut

Sesi pelatihan dibuka dengan pemaparan kondisi terkini pendanaan OMS yang mengkhawatirkan. Beberapa pemberitaan menunjukkan bahwa pendanaan untuk OMS, baik global maupun nasional, semakin menyusut. Laporan global bahkan mengungkapkan bahwa lebih dari 90% bantuan dari negara maju tetap mengalir ke organisasi di negara mereka sendiri, bukan ke organisasi di negara berkembang.

Novi Meyanto, Co-Director program Re.Search, menjelaskan tiga tantangan utama yang umumnya dihadapi OMS: ketergantungan pada hibah atau sumbangan, kurangnya diversifikasi pendanaan, serta keterbatasan kapasitas dalam menciptakan inisiatif pendanaan baru.

“Tantangan-tantangan tersebut berpotensi menghambat keberlanjutan OMS dan melemahkan peran mereka dalam menjaga demokrasi dan layanan publik,” ujarnya.

FIRE Framework: Kerangka Ketahanan Keuangan

Peserta diperkenalkan pada FIRE Framework, sebuah kerangka kerja yang membantu OMS membangun sistem keuangan yang inovatif dan berdaya tahan. Kerangka ini terdiri dari empat pilar utama: Purposeful Communications (komunikasi yang berpusat pada pendukung), Funding Landscapes (merespons perubahan lanskap pendanaan), Resource Mobilization (diversifikasi sumber pendapatan), dan Strategic Finance (strategi anggaran dan cadangan modal).

Keempat pilar ini didukung oleh satu fondasi utama yaitu kemampuan organisasi untuk mengubah pola pikir, sistem, dan kebiasaan agar dapat menerapkan praktik-praktik pendanaan yang lebih strategis dan berkelanjutan. Kerangka FIRE dirancang untuk membantu OMS memperkuat dampak misi organisasi melalui pendanaan yang lebih selaras dengan tujuan, serta mengembangkan ekosistem pendanaan yang sehat.

Pergeseran Paradigma: Dari Project ke Strategic Finance

Salah satu pembahasan penting adalah kebutuhan mendesak untuk melakukan perubahan paradigma dalam pengelolaan keuangan. Selama ini, OMS umumnya masih berfokus pada project finance, yaitu pencatatan teknis untuk memantau arus masuk dan keluar dana setiap aktivitas proyek. Pendekatan ini dinilai penting, namun belum cukup untuk memastikan ketahanan dan keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.

Paradigma baru yang diusung adalah strategic finance, yaitu pendekatan keuangan yang selaras dengan strategi organisasi. Fokusnya mencakup pengambilan keputusan terkait alokasi sumber daya, penganggaran berbasis efektivitas biaya, serta upaya memperkuat ketahanan dan keberlanjutan finansial. Perspektif baru ini juga mendorong organisasi melihat struktur biaya secara lebih komprehensif, termasuk biaya tidak langsung yang mendukung misi inti organisasi.

Penganggaran Strategis: Fondasi Keberlanjutan

Hadi Prayitno, AK., CA., menekankan bahwa anggaran bukan sekadar daftar angka, tetapi representasi strategi dan rencana organisasi.

“Dalam sebuah proposal, narasi menjelaskan perubahan yang ingin dicapai, sedangkan anggaran menjelaskan biaya perubahan tersebut,” jelasnya.

Keberhasilan pengelolaan keuangan strategis dirangkum dalam tiga kata kunci utama: Strategic Budget (anggaran yang mencerminkan strategi organisasi), Capital Reserve (cadangan keuangan untuk stabilitas dan inovasi), dan Financial Health Analysis (analisis berkala terhadap proyeksi dan diversifikasi dana).

Diversifikasi dan Proyeksi Keuangan

Peserta dilatih untuk memetakan berbagai jenis pendapatan berdasarkan tingkat kepastian dan sumber dana. Kategori pendapatan dibagi menjadi tiga: Funding/Contributed Income (hibah dari pemerintah, lembaga internasional, yayasan, korporasi, dan individu), Earned Income (pendapatan dari aktivitas seperti pelatihan, penjualan produk, penyewaan aset, dan hasil investasi), serta Financing (pembiayaan seperti pinjaman dan social financing).

Proyeksi keuangan dilakukan dengan tiga skenario: Best Case (kondisi paling optimistis), Base Case (kondisi paling mungkin terjadi), dan Worst Case (kondisi terburuk yang perlu diantisipasi). Pendekatan ini memudahkan organisasi menyesuaikan rencana kerja sesuai situasi aktual dan mengidentifikasi strategi bertahan jika terjadi risiko.

Menghindari “Nonprofit Starvation Cycle”

Pelatihan juga menyoroti fenomena “nonprofit starvation cycle”, yaitu kondisi ketika organisasi kekurangan dana untuk operasional inti karena fokus terlalu besar pada biaya program. Pesan penting disampaikan: organisasi tidak boleh “mengabaikan” kebutuhan internalnya. Anggaran harus mencakup seluruh biaya yang benar-benar diperlukan untuk mendukung kualitas program dan kesehatan organisasi, bukan sekadar mengikuti batasan donor.

“Organisasi perlu melakukan investasi strategis pada kapasitas organisasi, terutama dalam mobilisasi sumber daya,” ujar fasilitator. Untuk menghindari siklus ini, organisasi perlu menyusun anggaran strategis yang terintegrasi dengan arus kas, mengembangkan rencana proyek dalam kerangka program organisasi, dan mengidentifikasi periode-periode kritis yang berpotensi menyebabkan kekurangan dana.

Siklus dan Tahapan Penyusunan Anggaran

Anggaran harus terhubung erat dengan seluruh struktur perencanaan organisasi, mulai dari visi, misi, tujuan, strategi, hingga aktivitas. Siklus anggaran mencakup perencanaan (penyusunan anggaran), implementasi (pelaksanaan operasional), monitoring (pelaporan realisasi), serta evaluasi dan analisis keuangan.

Tahapan penyusunan anggaran disampaikan secara sistematis: dimulai dari arahan berdasarkan rencana strategis, pengumpulan usulan kegiatan dari unit kerja, kompilasi usulan, hingga penyusunan anggaran penerimaan dan biaya dalam tiga skenario. Pendekatan ini memastikan anggaran komprehensif dan realistis.

Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan

Monitoring dilakukan dengan membandingkan antara anggaran (budget) dan realisasi (actual) secara berkala. Bagian keuangan menyajikan laporan Budget vs Actual (BVA), sementara bagian program menambahkan analisis varian dari sisi pelaksanaan kegiatan. Penggabungan dua analisis ini membantu membaca akar penyimpangan dan menilai dampaknya terhadap periode mendatang.

Pelatihan ditutup dengan rangkuman bahwa anggaran adalah alat strategis untuk mencapai tujuan organisasi, bukan sekadar dokumen administratif. Melalui penganggaran yang kolaboratif, realistis, dan berorientasi jangka panjang, organisasi dapat memastikan keberlanjutan, efektivitas, dan profesionalismenya di tengah dinamika lanskap pendanaan yang terus berubah.

Partisipasi PIRAC dalam pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas internal organisasi dalam tata kelola keuangan strategis, guna memastikan ketahanan dan keberlanjutan program-program riset dan kajian, pelatihan dan pendampingan, advokasi kebijakan, kemitraan, fundraising dan keberlanjutan, serta kampanye dan edukasi.



alpha4d login

gamespools