Catatan dari Forum NGOPI Klaster Filantropi Pendidikan 2026
JAKARTA, Suasana Classroom D di IPMI International Business School, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026) siang itu tampak hangat. Puluhan perwakilan lembaga filantropi, yayasan pendidikan, hingga organisasi non-pemerintah duduk melingkar dalam ajang Ngobrolin Pendidikan Indonesia (NGOPI) #1.
Sebagai salah satu peserta yang hadir mewakili lembaga PIRAC, saya merasakan sendiri kuatnya dorongan kolektif untuk menata ulang arah pendidikan di Indonesia. Forum yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) ini tak sekadar menjadi tempat bertemu, tetapi juga panggung untuk menyelaraskan komitmen dan rencana kerja (workplan) Klaster Filantropi Pendidikan Tahun 2026. PIRAC merupakan bagian dari klaster Filantropi Pendidikan yang fokus dalam pengembangan riset filantropi pendidikan.

Pertemuan kali ini merupakan konsolidasi dalam mewujudkan transformasi sistemik ekosistem pendidikan Indonesia pada tahun 2026 melalui pembagian peran yang definitif antar-aktor filantropi. Salah satu poin penting yang menjadi benang merah diskusi adalah pergeseran paradigma bantuan pendidikan. Jika selama ini program filantropi kerap berfokus pada bantuan fisik atau karitatif yang bersifat transaksional, kini fokus dialihkan menuju investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang yang berdampak nyata.
Dalam forum diskusi kelompok (breakout session), peserta dibagi ke dalam dua fokus utama:
- Philanthropy Learning Center: Berfokus pada peningkatan kapasitas, kepemimpinan guru, literasi digital dan kecerdasan buatan (AI readiness), hingga pengukuran dampak (impact measurement). Lembaga seperti Dompet Dhuafa, Yayasan Guru Belajar, LAZNAS Al-Azhar, dan PT Bisa Ruang Nuswantara (BIRU) secara aktif menyusun rencana pelatihan dan riset.
- Campaign and Communication Center: Berfokus pada advokasi kebijakan, literasi pendidikan inklusif, hak anak, pendidikan lingkungan, hingga peringatan Hari Guru Internasional pada 5 Oktober 2026 mendatang yang digawangi bersama Yayasan Sayap Ibu dan INOVASI.
Mengunci Action Plan hingga Desember 2026
Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam tersebut menghasilkan peta jalan (roadmap) serta timeline implementasi kegiatan yang konkret hingga Desember 2026.
Beberapa agenda prioritas yang disepakati antara lain pelatihan Impact Measurement & Accountability, pelatihan Digital & AI Readiness, forum Thematic & Sectoral Education Program, serta kolaborasi kampanye literasi anak usia dini dan STEM.
Langkah ini diharapkan menjadi jawaban atas tantangan kelangsungan program pendidikan di Indonesia, di mana kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama agar bantuan yang disalurkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi secara nasional.
