Memutus Rantai Kemiskinan Ekstrem

Baseline Study Proyek MEMPHIS-PGA

Islamic Relief Indonesia bersama Public Interest Research & Advocacy Center (PIRAC) merilis temuan studi dasar (baseline study) dari program Make Extreme Poverty History Through Poor Graduation Approach (MEMPHIS-PGA). Inisiatif berdurasi 36 bulan ini menargetkan graduasi bagi 2.000 rumah tangga miskin ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Banten, dan Jawa Timur. Hasil studi yang dilakukan pada akhir tahun 2025 ini memetakan kondisi awal penerima manfaat sebelum intervensi dilakukan sebagai fondasi pengukuran dampak program di masa depan.

Data menunjukkan bahwa ketahanan pangan masih menjadi tantangan signifikan bagi masyarakat sasaran. Meskipun mayoritas rumah tangga mampu mengonsumsi dua hingga tiga porsi makanan setiap hari, sekitar 46,62% responden melaporkan pernah mengalami kekurangan pangan atau terpaksa mengurangi porsi makan dalam satu bulan terakhir. Selain aspek kuantitas, kualitas nutrisi juga dinilai masih lemah karena diet harian didominasi oleh karbohidrat dan sayuran dengan asupan protein hewani yang sangat terbatas.

Kondisi ekonomi rumah tangga terpantau cukup rentan akibat ketergantungan pada sektor informal dan pekerjaan musiman, seperti buruh tani dan pekerja harian. Sebanyak 80,07% rumah tangga melaporkan kesulitan finansial sepanjang tahun, dan hanya 21,62% yang memiliki sumber pendapatan tambahan. Rendahnya literasi keuangan turut memperberat situasi ini, di mana 75,34% responden tercatat belum pernah mengikuti pelatihan bisnis atau manajemen keuangan, sehingga kapasitas perencanaan jangka panjang menjadi terbatas.

Dalam aspek inklusi keuangan dan sosial, akses terhadap lembaga keuangan syariah maupun kelompok swadaya masyarakat masih perlu ditingkatkan. Saat ini, 100% penerima manfaat tercatat tidak memiliki tabungan formal dan hanya 17,23% yang mengetahui keberadaan lembaga mikrofinance syariah di wilayah mereka. Meski demikian, terdapat antusiasme tinggi dari masyarakat, terutama kaum perempuan, untuk terlibat dalam mekanisme ekonomi kolektif. Dukungan sosial terhadap partisipasi ekonomi perempuan pun tergolong tinggi, mencapai angka 78,72%.

Studi ini merekomendasikan penguatan edukasi nutrisi, perluasan model mata pencaharian lokal, dan intensifikasi pengembangan kelompok swadaya masyarakat. Integrasi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), lembaga zakat (ZIS), dan lembaga keuangan mikro menjadi kunci keberlanjutan program. Dengan intervensi yang terpadu dan inklusif, MEMPHIS-PGA memproyeksikan 80% dari rumah tangga sasaran dapat lulus dari kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan pada tahun 2027 mendatang.

Download Executive Summary Baseline Study Proyek MEMPHIS-PGA

alpha4d login

alpha4d

gamespools

situs slot deposit qris

bandar situs slot gacor

ace99play

ace99play login

ace99play login

ace99play

bandar situs slot gacor