Studi Behaviour Change Communication (BCC) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur oleh PIRAC

Palang Merah Indonesia (PMI) bekerja sama dengan American Red Cross melalui Program Electra telah menyelesaikan studi Behaviour Change Communication (BCC) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Riset ini difokuskan pada tujuh desa dan tujuh sekolah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, serta ancaman kesehatan masyarakat seperti rabies dan Tuberkulosis (TBC). Studi ini bertujuan untuk memetakan pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) masyarakat guna menyusun strategi intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) yang melibatkan 210 responden dari kalangan rumah tangga dan siswa sekolah. Melalui analisis mendalam menggunakan kerangka Socio-Ecological Model dan COM-B, tim peneliti menemukan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik di lapangan. Meskipun sebagian besar masyarakat telah memahami risiko dasar bencana dan kesehatan, penerapan perilaku aman dalam kehidupan sehari-hari masih menghadapi kendala yang dipengaruhi oleh norma sosial dan keterbatasan akses informasi.

Salah satu temuan kunci dalam laporan ini adalah tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap komunikasi interpersonal. Relawan PMI, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan guru diidentifikasi sebagai saluran informasi yang paling efektif dibandingkan media formal. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas tetap menjadi pilar utama dalam menyampaikan pesan-pesan edukasi di wilayah Manggarai. Selain itu, keterlibatan aktif tokoh lokal sangat krusial dalam menjembatani pesan teknis menjadi aksi nyata di tingkat akar rumput.

Studi ini juga menyoroti peran strategis sekolah sebagai pusat diseminasi informasi. Siswa tidak hanya menjadi subjek pembelajaran, tetapi juga agen perubahan yang mampu membawa pesan edukasi ke lingkungan keluarga. Dengan mengintegrasikan materi kesiapsiagaan bencana dan kesehatan ke dalam kegiatan sekolah, jangkauan program dapat diperluas secara signifikan. Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan budaya sadar risiko sejak dini yang berdampak pada ketangguhan komunitas secara kolektif di masa depan.

Sebagai tindak lanjut, hasil riset ini akan menjadi dasar empiris dalam penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) Komunikasi Perubahan Perilaku PMI yang lebih kontekstual. Penguatan kapasitas relawan dan pemangku kepentingan lokal menjadi prioritas utama untuk memastikan komunikasi yang dilakukan lebih partisipatif. Melalui strategi yang berbasis data dan menghargai nilai budaya setempat, PMI optimis dapat mendorong perubahan perilaku yang lebih konsisten demi meningkatkan ketangguhan masyarakat Kabupaten Manggarai terhadap berbagai risiko.

Download Executive Summary Studi Behaviour Change Communication (BCC)

 

alpha4d login

alpha4d

gamespools

situs slot deposit qris

bandar situs slot gacor

ace99play

ace99play login

ace99play login

ace99play

bandar situs slot gacor