Menguatkan Strategi Corporate Fundraising: Dari Transaksi Menuju Kemitraan Bernilai

Jakarta, 22 Januari 2026 — Perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis mendorong organisasi masyarakat sipil dan lembaga filantropi untuk terus beradaptasi dalam membangun kemitraan dengan sektor korporasi. Tidak lagi cukup mengandalkan pendekatan transaksional, corporate fundraising kini menuntut strategi yang lebih kolaboratif, berbasis nilai, dan berorientasi jangka panjang.

Dalam diskusi dan forum berbagi pengetahuan antara PIRAC dan Lazismu di kantor Lazismu Jakarta, yang dihadiri oleh Ninik Annisa (Direktur PIRAC), M. Sholeh Farabi (Direktur Fundraising Lazismu), M. Furgon (Manajer Corporate Fundraising Lazismu), serta tim dari PIRAC dan Lazismu, mengemuka satu pemahaman bersama: keberhasilan kemitraan dengan perusahaan sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam memahami kebutuhan mitra sekaligus menegaskan nilai unik yang ditawarkan.

Selama ini, kerja sama dengan korporasi kerap dimulai dari pengajuan proposal program. Namun praktik di lapangan menunjukkan bahwa perusahaan juga mempertimbangkan berbagai aspek lain, seperti tata kelola lembaga, reputasi dan kredibilitas organisasi, kapasitas pengelolaan risiko, serta keselarasan program dengan agenda Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) yang mereka jalankan. Oleh karena itu, organisasi perlu memperkuat value positioning yakni kejelasan peran, keunggulan, dan kontribusi strategis yang dapat ditawarkan dalam sebuah kemitraan.

Selain skema CSR konvensional, peluang kolaborasi dengan sektor korporasi juga semakin beragam. Kampanye berbasis transaksi konsumen, program cause-related marketing, hingga inisiatif co-branding membuka ruang kerja sama yang lebih kreatif dan saling menguntungkan. Namun, pendekatan ini menuntut komunikasi yang terbuka, perencanaan program yang matang, serta kemampuan mengantisipasi dan mengelola risiko secara bersama.

Bagi PIRAC, penguatan strategi corporate fundraising tidak semata soal meningkatkan kemampuan teknis dalam menyusun proposal, tetapi juga mencakup pembangunan sistem internal, penguatan kapasitas tim, serta pengelolaan relasi jangka panjang yang berlandaskan kepercayaan dan kesetaraan. Melalui riset, pembelajaran bersama, dan fasilitasi dialog antara organisasi non-profit dan sektor korporasi, PIRAC mendorong praktik kemitraan yang lebih strategis dan berdampak.

Dengan pendekatan yang kolaboratif dan berbasis nilai, corporate fundraising dapat berkembang dari sekadar transaksi pendanaan menjadi kemitraan strategis yang berkelanjutan memberikan manfaat tidak hanya bagi organisasi dan perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas. (SS)