Kegiatan monitoring budidaya lele yang dilaksanakan pada 26 Desember 2024 mengungkap berbagai dinamika menarik dalam upaya pengembangan perikanan darat di tingkat desa. Di balik pertumbuhan yang menggembirakan, tim monitoring menemukan beberapa tantangan operasional yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kendala utama yang kami hadapi saat ini adalah masalah pengelolaan air kolam,” ungkap Pak Mustari, ketua kelompok budidaya lele, saat ditemui di lokasi pembudidayaan. Menurut penjelasannya, ada beberapa masalah operasional yang perlu segera ditangani.
“Kami menemukan bahwa air kolam sering berkurang secara tidak terduga. Setelah diselidiki, ternyata ada anak-anak yang kadang bermain di sekitar kolam dan iseng membuka saluran air. Ini tentu mengganggu stabilitas air kolam,” jelasnya sambil menunjukkan beberapa titik saluran air yang rawan gangguan.
Lebih lanjut Pak Mustari menambahkan bahwa beberapa kali ditemui adanya kelalaian dari petugas piket yang terkadang lupa menutup saluran air setelah melakukan pergantian air kolam. Ini membuat air terus mengalir keluar tanpa terkendali.
Setalah dilakukan pemeriksaan oleh pak Hari selaku pendamping budidaya lele, kendala – kendala yang muncul tidak begitu mempengaruhi pertumbuhan lele. Di tengah tantangan tersebut, perkembangan lele menunjukkan hasil yang menggembirakan. “Alhamdulillah, meski ada beberapa kendala, lele-lele kita tumbuh dengan baik. Saat ini berat rata-ratanya sudah mencapai 80 gram per ekor,” ujar Pak Hari dengan wajah optimis.
Menanggapi berbagai kendala yang ada, Pak Mustari sekalu ketua kelompok menyampaikan beberapa solusi strategis. “Kami akan meningkatkan pengawasan dan memastikan petugas piket lebih teliti saat melakukan pergantian air maupun pemberian pakan. Sistem saling mengingatkan antar petugas piket juga akan diterapkan untuk meminimalisir kelalaian dalam menjalankan tugas,” jelasnya.

Kabar menggembirakan lainnya datang dari sisi pemasaran. Dalam pertemuan monitoring tersebut, telah dicapai kesepakatan harga jual lele yang menjanjikan. “Kami sudah sepakat dengan pembeli untuk harga Rp 24.000 per kilogram dalam kondisi segar. Ini adalah harga yang cukup baik mengingat kondisi pasar saat ini,” ungkap Pak Wahyudi anggota budidaya lele menanggapi diskusi harga lele di pasaran.
Yang lebih menarik, hasil penjualan nantinya akan digunakan untuk pengembangan usaha. “Kami berencana menggunakan hasil penjualan ini untuk membeli bibit lele baru dan menambah jumlah kolam. Target kami adalah meningkatkan kapasitas produksi agar bisa memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah,” tambahnya menegaskan hasil kesepakatan kelompok.
Rencana panen sendiri sudah mulai dipersiapkan. “Kemungkinan besar kami akan melakukan panen antara akhir Januari atau awal Februari 2025. Sebelum panen, kami akan melakukan pemisahan antara lele yang sudah siap panen dengan yang masih perlu waktu tambahan untuk mencapai ukuran optimal,” jelas Pak Mustari selaku ketua kelompok.
Untuk memastikan keberlanjutan usaha, tim pengelola juga telah menyusun sejumlah langkah strategis, antara lain:
– Peningkatan sistem keamanan kolam
– Perbaikan manajemen pengelolaan dengan penerapan sistem checklist harian
– Optimalisasi pemberian pakan dan pemantauan kualitas air
– Persiapan penambahan kolam baru untuk meningkatkan kapasitas produksi paska panen
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Ketua RW 08, Pak Rojali, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan budidaya lele di wilayahnya. “Kami sangat optimis usaha ini akan terus berkembang. Dengan dukungan warga dan perbaikan sistem yang telah dilakukan, target kemandirian pangan di tingkat RW dapat segera tercapai,” ungkap Pak Rojali.
Keberhasilan budidaya lele ini menjadi bukti nyata bahwa dengan pengelolaan yang tepat, usaha perikanan darat bisa menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat desa. Tidak hanya memberikan keuntungan finansial, program ini juga berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan di tingkat lokal.
Ke depan, model pengembangan budidaya lele ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ingin mengembangkan potensi perikanan darat mereka. Dengan kombinasi pendampingan teknis yang tepat, manajemen yang baik, dan semangat untuk terus berkembang, usaha budidaya lele ini diprediksi akan terus tumbuh dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. **NH