Categories
Uncategorized

Family Gathering PIRAC ke Bromo

Rutinitas kesibukan dan  aktivitas pekerjaan sehari-hari selama setahun ternyata memproduksi kejenuhan staf.  Begitupun yang  dialami staf PIRAC dalam bekerja. Rasa jenuh dan bosan yang menggayut dirasa sangat mengganggu kinerja staf dalam memproduksi output pekerjaan yang bernilai tinggi.   Untuk mengurangi kebosanan diperlukan  suatu kegiatan yang berguna juga untuk penyegaran bagi setiap karyawan.   Aktivitas paling mudah untuk mengurangi dan menghilangkan kejenuhan adalah kegiatan outbound dan family gathering.

Dalam rangka membangun hubungan harmonis antar keluarga staf dan organisasi,   Keluarga besar staf PIRAC melakukan kegiatan liburan bareng keluarga.   Kegiatan liburan bersama keluarga ini (family gathering) dilaksanakan pada 15 Februari 2019 di  daerah wisata  Malang.   Bersama keluarga masing-masing, staf  PIRAC menghabiskan  waktu selama tiga hari  menikmati paket wisata keliling  kota Malang mengunjungi destinasi wisata yang  nyaman bagi keluarga.

Rombongan family gathering PIRAC berangkat dari Jakarta  menggunakan kereta api dari stasiun Senen menuju Kota Malang. Kereta api berangkat dari pukul 15.15 WIB.  Jarak tempuh  menggunakan kereta api ke kota Malang akan ditempuh sekitar 16 jam perjalanan.  Banyak keceriaan, canda tawa dan rasa senang yang menghinggapi  keluarga staf PIRAC.   Rombongan PIRAC berada dalam satu gerbong sendiri, serasa seperti di mobil pribadi sendiri.   Suasana senang dan kekeluargaan turut mengurangi kepenatan selama perjalanan di kereta.

Bermula dari Stasiun Malang

Esok harinya tanggal 16 Februari 2019 jam 09.00, rombongan family gathering sudah sampai di  stasiun Kota Malang.  Petugas tim travel yang akan menemani rombongan PIRAC sudah menunggu dan menyiapkan penjemputan.  Bis wisata yang akan mengajak rombongan PIRAC berkeliling destinasi  Kota Malang sudah siap berkeliling.  Ada beberapa lokasi wisata yang sudah disiapkan. Yang pertama adalah mengunjungi  Taman Wisata Selecta.  Taman bermain  dan hiburan Selecta sangat cocok untuk kegiatan keluarga.  Ada banyak tempat-tempat bermain dan berfoto yang ada di  Taman Selecta.  Ada kolam renang Selecta Water Park,  kegiatan Outbound, dan lokasi  yang familiar untuk instagram (instagramble).  Setelah puas berfoto dan beraktivitas di  Taman Selecta, Rombongan Pirac diajak untuk menikmati atraksi hiburan di Museum Angkut (Transportasi)  Kota Malang. Sebelumnya makan siang bersama di pusat jajanan oleh – oleh khas Malang.

Sekitar jam duaan,  rombongan  Family Gatheri Pirac sampai di  Musium Angkut Kota Malang.   Di musium ini banyak sekali kendaraan klasik dari masa ke masa dipamerkan.  Ada juga alat peraga transportasi  dari berbagai matra dan instansi.  Ada pesawat peraga  untuk presiden RI yang terbaru.  Selain itu juga ada tempat-tempat unik di seluruh dunia yang terkenal ditampilkan di Musium Angkut ini seperti broadway Amerika Serikat. Ada peragaan kostum komik Cosplay Jepang.    Banyak sekali atraksi karnaval dan musik yang dinikmati rombongan PIRAC di Musium Angkut ini.

Setelah lelah dan habis berkeliling di  Musium Angkut, rombongan PIRAC menuju  penginapan Homestay di daerah Pananjakan.   Petugas tim travel mengingatkan rombongan untuk istirahat karena akan ada perjalanan  dini hari untuk melihat  tampilan  matahari terbit (sunrise) di Gunung Bromo.   Setelah menikmati makan malam Nasi Rawon khas Jawa Timur, rombongan PIRAC langsung beristirahat.

Berburu photo Sunrise Gunung Bromo di Penanjakan

Tepat jam 1.00 dinihari,  rombongan  family gathering PIRAC berangkat menuju Gunung Bromo. Tujuan pertama adalah sunrise point Bukit Cinta Penanjakan. Pas pukul 03.00 rombongan Pirac mencapai  Puncak Penanjakan. Rombongan tidak bareng sampai di Puncak, karena ada beberapa keluarga yang membawa anak kecil sehingga ada di deretan belakang.  Suhu saat itu sekitar 15 derajat celcius, tetapi angin yang terus berembus membuat dingin sangat menusuk. Puncak Penanjakan sudah ramai oleh wisatawan sudah memenuhi lokasi Penanjakan. Posisi sunrise view point di sini berupa tribun 10 tingkat berbentuk setengah lingkaran, tentunya menghadap timur.

Saat fajar mulai menyambut, langit berubah jingga dan puncak-puncak pegunungan pun menampakkan keeksotisannya. Rasanya puas dan bangga bisa berada di puncak Penanjakan.  Sungguh,  ini sungguh luar biasa kata Mahmudah bangga dan senang. Selain matahari terbit di sisi timur, Anda bisa menyaksikan puncak Gunung Semeru berkumpul akrab dengan pegunungan Kaldera Tengger lainnya, yaitu Gunung Bromo, Gunung Kursi, Watangan, dan Gunung Widodaren. Dari sini pula Anda bisa melihat gagahnya puncak tertinggi di Pulau Jawa, Puncak Mahameru (3.676 mdpl). Sebagian kawah Bromo, savana, dan lautan pasir pun terlihat dari atas sini, sungguh menakjubkan.

Pagi harinya setelah sarapan pagi, rombongan PIRAC berkeliling  di sekitar Gunung Bromo.  Beberapa tempat wisata yang sempat dikunjungi yaitu  Bukit  Savana, Bukit  Teletubies, Kawah Gunung Bromo, Area Pasir Berbisik dan beberapa tempat foto yang menarik di sekitaran  Bromo.

Rasa senang, bangga dan puas menjadi kesan yang terlupakan rombongan PIRAC saat kembali ke Jakarta.  Acara jalan-jalan keluarga banyak memberi inspirasi dan semangat bagi staf Pirac untuk terus berkarya dan berprestasi. Sampai jumpa di acara family gathering berikutnya. (Salam dari Mahmudah).

Categories
Uncategorized

Terbitnya SK Menkop UKM Untuk Koperasi Selera

Pada tahun 2010 hingga 2015, Indofood dan Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga) Delima VII sepakat untuk bekerja sama menjalankan program yang bertujuan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjuta di RW 08 Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Landasan tujuan yang digunakan dalam melaksanakan program pengembangan sosial dan kemasyarakatan Indofood adalah “Menciptakan Hidup Yang Lebih Baik Setiap Hari”, yang kemudian dituangkan dalam lima pilar, yaitu: Pembangunan Sumber Daya Manusia, Peningkatan Nilai Ekonomi, Kegiatan Solidaritas Kemanusiaan, Partisipasi aktif dalam Kegiatan Komunitas, Menjaga Kelestarian Lingkungan. Program Mitra Desa Indofood di RW 08 Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantergebang, Kota Bekasi masuk dalam pilar ekonomi program CSR Indofood.

Kerja sama Indofood dan Posdaya Delima VII didasarkan pada kesamaan pandangan akan pentingnya mempersiapkan kemandirian ekonomi bagi keluarga. Bantuan tidak diberikan langsung dalam bentuk dana, tetapi melalui serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat. Warga dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan, agar secara berkelanjutan dapat memberdayakan diri dan keluarga untuk keluar dari kondisi kerentanan ekonomi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan Program Desa Mitra Indofood di Ciketing Udik berkembang tidak hanya memberikan peningkatan kapasitas di bidang ekonomi, tetapi juga memberdayakan masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan. Penerapan program yang semula direncanakan sampai tahun 2015 juga berlanjut hingga tahun 2018.

Pada tahun 2018 hingga 2019 program pemberdayaan masyarakat diformulasi dengan pendekatan baru yaitu peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan kelembagaan ekonomi lokal. Indofood mengandeng PIRAC sebagai mitra kerja untuk pendamping program di Ciketing udik ini. Pendekatan program peningkatan kapasitas masyarakat dilakukan melalui serangkaian kegiatan pelatihan dan coaching tentang keterampilan pengelolaan organisasi ekonomi masyarakat seperti pelatihan keuangan, administrasi, penyusunan SOP dll. Pada penguatan organisasi ekonomi masyarakat maka program ini membentuk koperasi.

Pilihan bentuk organisasi ekonomi masyarakat dalam wadah koperasi karena koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berasaskan kekeluargaan dengan mengutamakan rasa persaudaraan, solidaritas dan persatuan diantara para anggota. Koperasi hadir ditengah-tengah masyarakat dengan mengemban tugas dan tujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya melalui pembagian Sisa Hasil Usaha(SHU) kepada para anggotanya. Tujuan koperasi ini membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya. Secara umum badan usaha lainnya bertujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar- besarnya.

Proses legalitas koperasi didampingi secara langsung oleh Tim Pirac. Kegiatan legalitas dilakukan sejak Oktober 2018 secara intensif menghubungi Notaris dan Pihak Kementerian Koperasi dan UKM. Hasilnya pada Bulan November 2018, Pihak Kementerian Koperasi dan UKM secara lisan menanyakan mengenai kepengurusan. Karena belum ada kesepakatan mengenai kepengurusan dari kelompok di Ciketing maka proses legalitas ditangguhkan hingga kepengurusan definitif. Pada akhirnya, Januari 2019 kepengurusan sudah definitif, namun kendala selanjutnya proses legalitas sudah berubah di Kementerian Hukum dan HAM. Oleh karena itu, Tim Pirac berusaha melengkapi kembali pemberkasannya ke Kementerian Hukum dan HAM. Setelah menunggu antrian di Kementerian Hukum dan HAM selama hampir 3 bulan pada tanggal 4 Maret 3019 terbitlah Sk Menteri Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Nomor : 012583/BH/M.KUKM.2/II/2019 Tentang Pengesahan Akta Pendirian Koperasi Produsen Sejahtera Lestari Raharja (Selera). Dengan terbitnya SK Menkop UKM ini maka masyarakat Ciketing sudah secara resmi memiliki koperasi sebagai badan ekonomi penguatan masyarakat.

Categories
Uncategorized

Internet memudahkan orang berdonasi dan beramal

Perkembangan jaman saat ini membuka peluang kemudahan untuk berdonasi dan beramal. Dulu orang berdonasi terbatas pada cara-cara konvensional misal melalui kotak amal, didatangi langsung melalui tatap muka, atau udangan berdonasi/amal di rumah ibadah. Perkembangan selanjutnya semakin memudahkan orang untuk beramal melalui pengumuman di media massa baik cetak maupun elektornik serta pembayaran melalui transfer bank.

Terbaru, dengan kemajuan internet dan teknologi digital saat ini, orang semakin mudah untuk berdonasi dan memberi sumbangan. Awalnya internet hanya dipakai untuk mengiklankan konten ajakan berdonasi melalui sarana yang lebih murah dengan jangkauan lebih luas. Seiring berjalannya waktu, saat ini orang juga bisa langsung berdonasi via website melalui tombol donasi/donate yang sudah disediakan sebuah lembaga.

Kemudahan menyumbang kini ditunjang pula dengan adanya portal dan aplikasi urun dana (Crowd Funding) yang sedang ramai diminati orang. Portal dan aplikasi urun dana ini setidaknya memiliki dua kelabihan pertama, sebagai sarana ampuh buat mengiklankan dan menyebarluaskan ajakan berdonasi yang dilakukan oleh sebuah lembaga ataupun perorangan. Apalagi melalui perangkat mobile, kini setiap orang dapat dengan mudah menentukan ke mana dia akan berdonasi. Kedua, faktor transparansi dan akuntabilitas pemanfaatan uang sumbangan/donasi yang diberikan semakin baik menguatkan niat orang berdonasi tanpa ragu-ragu uangnya akan diselewengkan.

Transparansi penggunaan sumbangan

Faktor transparansi atau akuntabilitas menjadi penentu dan alasan minat menyumbang atau berdonasi seseorang. Kemajuan teknologi saat ini turut berperan dalam memperbaiki akuntabilitas penggunaan uang donasi oleh sebuah lembaga sehingga mudah dipantau oleh pemberi sumbangan/donasi. Beberapa media akuntabilitas yang dipakai seperti misalnya laporan tahunan (Annual Report) yang langsung dapat diunduh ataupun laporan-laporan kegiatan yang ditayangkan di laman web suatu lembaga atau media sosial yang mereka miliki.

Jika kita perhatikan, di portal atau aplikasi urun dana (Crowd Funding) saat ini memang tidak tersedia laman khusus untuk pertanggungjawaban penggunaan sumbangan/donasi setelah bantuan disalurkan. Tetapi biasanya individu atau lembaga yang mengiklankan kampanye donasi menyertakan situs web lain atau link media sosial miliknya sebagai guna keperluan si penyumbang untuk mengecek aktivitas penyaluran atau pemanfaatan donasi yang sudah mereka berikan. Dari sini kemudian kepercayaan (trust) para penyumbang dapat dipertahankan.

Akuntabilitas dan trust para donatur juga dijaga oleh mekanisme verifikasi ketat yang dilakukan oleh portal urun dana untuk memastikan bahwa kampanye donasi yang diiklankan melalui portal miliknya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. (SM)

Categories
Uncategorized

Rapat Umum Anggota (RUA) Perhimpunan Filantropi Indonesia

Dalam rangka menyampaikan laporan pertanggung-jawabannya atas kebijakan dan berbagai kegiatan yang sudah dilakukan selama ini serta rencana kerja Perhimpunan Filantropi Indonesia untuk periode 2019-2020, Perhimpunan  Filantropi Indonesia (FI) mengadakan  Rapat Umum Anggota (RUA).   Rapat Umum Anggota merupakan mandat amanah yang menjadi kewajiban pengurus dan pelaksana  kerja  Perhimpunan Filantropi Indonesia untuk mempertanggungjawabkan kinerjanya.

Atas dasar itu, bertempat di  Annex Building, Lantai Dasar Wisma Indocement Jl. Jenderal Sudirman Kav. 70-71 Jakarta Selatan, diselenggarakan  Rapat Umum Anggota (RUA) Perhimpunan Filantropi Indonesia.  Kegiatan tersebut dilakukan pada hari Selasa tanggal 19 Februari 2019 lalu. Acara rapat berlangsung dari jam 13.00 hingga 16.00.

PIRAC sebagai anggota dari Perhimpunan Filantropi Indonesia diundang untuk menghadiri dalam rapat umum tersebut.    Ada lima agenda utama kegiatan RUA yang menjadi materi pertemuan itu.  Agenda yang dibahas yaitu  terdiri dari :

1. Update Pengkayaan materi wawasan dan horizon dunia filantropi. Materi yang dibahas yaitu Peluang dan Tantangan Pengembangan Filantropi di Era Disruptif” oleh Yuswohadi dari Invent.ure

2. Agenda Pembukaan RUA yang berisi pengantar dan pembacaan sambutan ketua bersama Badan Pengarah Filantropi Indonesia, Pengukuhan Pernyataan kuorum dan Pengesahan agenda RUA

3. Agenda Perihal Organisasi yang membahas tentang Kepengurusan Perhimpunan Filantropi Indonesia

4. Agenda tentang Keanggotaan yang membahas perihal update informasi keanggotaan yang terdiri dari :

  • Pemutakhiran status keanggotaan
  • Pengesahan anggota baru
  • Perubahan struktur keanggotaan PFI

5. Agenda Laporan Badan Pengurus dan Direktur Eksekutif mengenai pelaksanaan Program Kerja dan Keuangan 2017-2018

6. Agenda kelima membahas tentang :

  • Tanggapan peserta RUA
  • Pengesahan Rencana Kerja dan Keuangan 2019-2020
  • Penyempurnaan dan pemutakhiran Standar Etika Filantropi Indonesia (SEFI)

7. Agenda terakhir yaitu sambutan Ketua Bersama Badan Pengarah Filantropi Indonesia

Keseluruhan rapat dipimpin oleh Sekretaris Badan Pengurus yaitu Suzanty Sitorus didampingi Ketua Badan Pengurus Timotheus Lesmana dan ditemani oleh Hamid Abidin sebagai Direktur Filantropi Indonesia.

Secara umum anggota menerima hasil kerja dan laporan pengurus tahun 2018.  Ada beberapa hal yang muncul dalam diskusi selama RUA.   Pertanyaan tersebut berkisar tentang  jenis keanggotaan biasa dan luar biasa untuk pendefinisian. Bagaimana penentuan kriteria anggota baru perhimpunan FI?.  Bagaimana menyaring anggota baru yang berkaitan dengan masalah korupsi? Ada juga pertanyaan  soal partisipasi anggota dalam perumusan dan pengembangan pengurus ke depan agar lebih partisipatif  melibatkan peran serta anggota.  Semua pertanyaan tersebut menjadi masukan tim  Task Force Filantropi Indonesia yang akan bekerja dalam merumuskan kembali program dan pengembangan organisasi. Selain itu Task Force FI juga menerima titipan pekerjaan untuk mengembangkan dan merumuskan Standar Etika Filantropi Indonesia.

Categories
Uncategorized

Pelatihan Pengisian Dan Pelaporan E-SPT PPh Badan

Dalam rangka memberikan pemahaman  yang komprehensif, utuh dan terpadu tentang perpajakan kelembagaan nirlaba, Yayasan Bina Integrasi Edukasi (YBIE) menyelenggarakan pelatihan pengisian dan pelaporan e-SPT PPh Badan.  Pelatihan perpajakan ini diselenggarakan  pada tanggal 12 Februari 2019 berlokasi di Wisma PKBI Jakarta Selatan. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu 23 orang. Para peserta berasal dari berbagai organisasi nirlaba dan perusahaan di Jakarta. Beberapa peserta juga ada yang datang dari Solo dan Yogyakarta.

Penyelenggaraan pelatihan ini bertujuan untuk menyediakan informasi dan petunjuk yang  utuh  mengenai pengisian dan pelaporan e-SPT PPh Badan. Pelatihan ini diusung oleh dua orang narasumber yaitu Hadi Prayitno dan Evi Aisah Tresnaningsih, SPt. Kedua narasumber ini mengusung beberapa topik materi sesuai kebutuhan para peserta pelatihan.

Materi pelatihan dibagi tiga sesi.  Sesi itu membahas tentang  PPh  orang pribadi, pajak penghasilan PPh 21, Pasal 23 dan PPh Pasal 4 ayat 2 dan  PPh badan.

Untuk materi  PPh Orang Pribadi membahas yaitu tentang :

  1. Ketentuan umum perpajakan suami isteri.
  2. Mekanisme penghitungan pajak bagi penerima penghasilan lebih dari satu pemberi kerja.
  3. Pelaporan melalui e-filling.

Sementara untuk materi pajak penghasilan PPh 21, Pasal 23 dan PPh Pasal 4 ayat 2  membahasa tentang :

  1. Objek PPh 21.
  2. Mekanisme penghitungan pajak bagi pegawai tetap, penghitungan THR dan penghitungan pegawai yang berhenti ditengah tahun.
  3. Mekanisme pembetulan dan pemindahbukuan.
  4. Pelaporan e-SPT melalui e-filling.

Untuk materi perpajakan PPh Badan, sesinya membahas tentang :

  1. Pelaporan keuangan organisasi nirlaba sesuai dengan PSAK 45.
  2. Rekonsiliasi fiskal.
  3. Install e-SPT PPh Badan.
  4. Mekanisme pengisian SPT PPh Badan.
  5. Pelaporan SPT PPh Badan melalui e-filling.

Pelatihan ini juga membahas hal lain terkait dengan perlakuan atas pendapatan yang didapat dari perjalanan dinas, pengertian pegawai tetap, pegawai tidak tetap, bukan pegawai, dan peserta kegiatan. Sebab itu, sebagai pemotong pajak baik orang pribadi maupun badan yang berkewajiban untuk melakukan pemotongan pajak harus dengan teliti mengelompokan wajib pajak sesuai dengan statusnya.

Meski dengan waktu pelatihan yang begitu singkat, namun semua materi perpajakan dapat tersampaikan dengan lengkap dan jelas. Bahkan para peserta pun sangat antusias dan senang karena sudah dibekali oleh-oleh ilmu yang sangat luar biasa untuk dapat diaplikasikan di lembaganya masing-masing.