Categories
Uncategorized

Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran Koperasi Sebagai Penguatan Ekonomi Lokal

Program pembentukan koperasi di Kelurahan Ciketing merupakan kelanjutan dari salah satu pendampingan Indofood yaitu Pojok Selera sebagai kegiatan ekonomi Posdaya Delima VII. Untuk pendampingan pembentukan koperasi, Indofood menunjuk PIRAC sebagai pelaksana program untuk mendampingi dan meningkatkan kapasitas organisasi dan ekonomi warga melalui pembentukan koperasi.

Kegiatan pembentukan koperasi dimulai sejak bulan Oktober 2018 sampai bulan Februari 2019. Pembentukan koperasi bertujuan untuk mendirikan wadah usaha ekonomi masyarakat agar dapat meningkatkan pendapatan dan memperluas manfaat kepada masyarakat lain di luar Kelurahan Ciketing melalui badan hukum koperasi. Koperasi dipilih sebagai badan hukum karena memiliki nilai strategis sebagai badan usaha. Pertama, kepemilikan koperasi bersifat gotong-royong, setiap orang mempunyai akses dan kewenangan dalam pengambilan keputusan. Kedua, regulasi koperasi sudah cukup jelas mengatur pengelolaan koperasi sehingga mudah diikuti oleh masyarakat. Ketiga, koperasi berorientasi pada profit namun tidak untuk segelintir orang, tetapi secara bersama-sama.

Hasil musyawarah anggota disepakati bahwa nama koperasi ini adalah SELERA (Sejahtera, Lestari, Raharja). Pengunaan nama SELERA dengan harapan koperasi ini nantinya akan membawa anggotanya dan warga pada kehidupan yang sejahtera, lestari dan raharja.

Pada tanggal 15 Januari 2019 bertempat di secretariat RW 08 diselenggarakan kegiatan Penyusunan Rencana Kerja Koperasi (RK) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (APBK). Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus dan Pengawas Koperasi, Anggota koperasi Selera, Pendamping/Fasilitator; Sugiarto Arif Santoso dan Ari Syarifudin, Perwakilan dari Indofood : Sukmawanti dan Perwakilan dari PIRAC, Nor Hiqmah dan Samsul Maarif, total peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah lebih kurang 21 orang.

Kegiatan penyusunan rencana kerja dan anggaran koperasi merupakan kegiatan penting untuk memberi dasar dan arah atas kegiatan yang akan dilakukan oleh koperasi ke depan. Rencana kerja dibicarakan secara bersama-sama dan partisipatif. Penyusunan rencana kerja ini sebagai panduang untuk memastikan bahwa koperasi yang dibentuk benar-benar menjadi penguatan ekonomi bagi warga.

Beberapa hal penting yang didiskusikan dalam pertemuan ini diantaranya adalah: tentang keanggota koperasi, perangkat organisasi, permodalan koperasi, perencanaan koperasi, bidang kerja koperasi yang melingkupi bidang organiasi dan bidang usaha. Bidang usaha teridentifikasi menjadi unit usaha koperasi selera ini adalah Unit Usaha Pelatihan Pembuatan Roti, Unit Usaha Pemasaran Bahan Baku, Unit Usaha Katering dan lain-lain.

Selain pemaparan materi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan materi pembuatan Rencana Kerja dan Anggaran Koperasi. Harapannya, peserta bisa membuat rencana kerja tahun 2019 sehingga Koperasi Selera Cikeuting Udik Bantar Gebang memiliki rancangan Rencana Kerja dan Anggaran Koperasi tahun 2019.

Categories
Uncategorized

Mencegah Bahaya Radikalisme Di Desa Melalui Desa Damai

Dampak media sosial dalam komunikasi masyarakat desa sudah mulai terasa. Berbagai aliran informasi mudah sekali membanjiri pengguna telpon genggam di masyarakat. Ada banyak informasi yang mengalir sehingga sulit dipilah kebenarannya. Berita palsu, informasi radikalisme dan anti toleransi ditenggarai memanfaatkan fungsi komunikasi HP di penduduk desa. Ada beberapa kasus seperti aktifitas intoleransi yang disebabkan fitnah, isu penolakan rumah ibadah, hingga radikalisme berbasis kekerasan akhirnya mulai merambah ke desa-desa.

Atas dasar permasalahan intoleransi ini, lembaga Wahid Foundation menggagas program bernama forum NUSANTARA yang bekerja sama dengan UN Women. Program ini membentuk karakter desa-desa di Indonesia menjadi “desa damai“. Fokus program desa damai yaitu memberdayakan peran perempuan sebagai agen perdamaian dan toleransi di lingkungan masing-masing. Sekaligus berdaya di bidang sosial ekonomi. “Para perempuan desa mendapatkan pelatihan dan penguatan nilai-nilai toleransi dan perdamaian. Seperti bagaimana cara mengatasi hoaks,” kata Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, dalam peluncuran buku indikator desa damai di Hotel Sultan, Jumat (8/2/2019). Yenny Wahid menyampaikan itu saat peluncuran buku Panduan 9 Indikator Desa/Kelurahan Damai yang disusun bersama UN Women atau The United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women (Organisasi pada Persatuan Bangsa-bangsa/PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan).

 

Ada sembilan desa yang menjadi target pembinaan dan sudah mendeklarasikan menjadi desa damai. Desa itu adalah Desa Tajurhalang dan Kelurahan Pengasinan di Jawa Barat, Desa Gemblegan dan Nglinggi di Jawa Tengah, Desa Guluk-gulik, Prancak, Payudan Dundang, Candirenggo, dan Sidomulyo di Jawa Timur. Desa damai ini diharapkan menjadi semacam komitmen anggota masyarakat untuk melindungi dan menumbuhkan toleransi dan perdamaian di komunitas desa.

Apa dan bagaimana karakter desa damai yang dipromosikan oleh Wahid Foundation? Desa damai menurut Wahid Foundation bisa disematkan bila memiliki sembilan indikator desa damai. Yang terpenting adalah karakter penduduk desa untuk berkomitmen menjalankan sembilan indikator dalam kehidupan desa. Sembilan indikator desa damai adalah berkomitmen mewujudkan perdamaian, ada pendidikan dan penguatan nilai perdamaian dan kesetaraan gender, ada praktik nilai-nilai persaudaraan dan toleransi dalam kehidupan warga, ada penguatan nilai dan norma kearifan lokal, dan ada sistem deteksi dini pencegahan intoleransi. Kemudian ada sistem penanganan cepat, penanggulangan, dan pemulihan kekerasan. Lalu ada peran aktif perempuan di semua sektor masyarakat, ada pranata bersama, dan ada ruang sosial bersama antar warga.