Categories
Uncategorized

Pelatihan Pembuatan Proposal Writing dan Design PMI Propinsi DKI Jakarta

Masih bergantungnya dana penunjang kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) terhadap donatur seperti masyarakat, perusahaan dan mitra lainnya, membuat PMI berpikir ulang untuk mengembangkan sumber pengumpulan dana.  Untuk merealisasikan pencarian dan penambahan  sumber dana solusinya adalah menciptakan pola kegiatan fundraising yang efektif dan terkelola.

pelatihan-pembuatan-penulisan-proposal-fundraising-19-w800

Untuk menunjang kegiatan fundraising yang terarah dan jelas,diperlukan  fundraisir yang handal yang memiliki kemampuan menyusun/membuat proposal dan melakukan lobby dengan pendonor/donatur.  Menyadari kebutuhan para fundraiser handal itu, Palang Merah Indonesia Provinsi DKI Jakarta melaksanakan “Pelatihan Pembuatan Proposal Writing & Design”.  “Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada hari Selasa hingga  Jum’at, 11 – 14 Oktober 2016 di Cordela Hotel Jl. Kramat Raya No. 102 Jakarta Pusat,” kata Pak Abdurrahman dari PMI.

pelatihan-pembuatan-penulisan-proposal-fundraising-24-w800

“Keluaran dari pelatihan ini adalah terciptanya kemampuan fundraiser handal yang mampu  mensistematiskan ide atau gagasan secara logis, sehingga mudah dipahami oleh donatur/pendonor,” kata Bapak Joko Sudibyo yang membuka kegiatan pelatihan.

Kegiatan  “Pelatihan Pembuatan Proposal Writing & Design” akan mengupas berbagai tips komunikasi, lobby dan negosiasi dengan pihak donor selain juga memberikan informasi format proposal yang menjadi rujukan beberapa donor maupun perusahaan dan mengeksplorasi berbagai istilah dalam beberapa format proposal tersebut.

Ada banyak format proposal yang dikembangkan oleh donor, baik itu donor NGO Internasional maupun perusahaan atau pemerintah. Namun berbagai format yang dikembangkan Logical Frameworks Analisis (LFA) atau Analisis Kerangka Logis merupakan panduan kerangka logis untuk mengukur program yang akan ditawarkan.

pelatihan-pembuatan-penulisan-proposal-fundraising-49-w800

Kegiatan Pembukaan  Pelatihan Pembuatan Proposal Writing & Design

Kegiatan  hari pertama di isi dengan dua kegiatan yaitu perkenalan serta flow tata cara pelatihan dan materi  Fundraising. Kegiatan perkenalan diisi oleh Ibu Noor Hiqmah, Direktur PIRAC (Public  Interest  Research and Advocacy Public).  Materi acara diisi berupa perkenalan sesama peserta dan panitia, pembentukan kelompok peserta dan tata aturan kegiatan.

Materi kedua yaitu dasar-dasar fundraising yang dibawakan oleh M. Thoriq Helmi. Fasilitator handal ini adalah  senior associate PIRAC  yang pernah bekerja di PMI Pusat. Berbekal pengalamannya puluhan tahun di dunia fundraising lokal dan internasional, M. Thoriq  membuka cakrawala pekerja PMI untuk aktif, cerdas dan tanggap dalam melakukan fundraising.

pelatihan-pembuatan-penulisan-proposal-fundraising-50-w800

Dalam pengantarnya, Bapak M. Thoriq memperkenalkan tahapan dan metodologi fundraising.  Untuk  tahapan  fundraising, M. Thoriq mengenalkan  tagline “Six Pack”.   Enam tahapan  yang disebut  “Enam P”  yaitu  Perencanaan, Program, Pasukan,    Pola, Publikasi, Pengendalian.

 

Categories
Uncategorized

Kembalikan Semangat CSR

Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia dianggap sudah kehilangan ruhnya. Hal ini diwacanakan oleh Syahrial Dolol selaku Ketua Apindo Kota Banjarmasin dalam diskusi terbatas studi implementasi Perda CSR di Banjarmasin yang digelar di Hotel Roditha Banjarmasin, Kamis (6/10) lalu.

kembalikan-semangat-csr-pirac-csr-fundraising
Keterangan foto : DUDUK BERSAMA – Para perwakilan dari Pemko Banjarmasin, Apindo Banjarmasin, Gapkindo Kalsel, Pelindo III, Rumah Zakat, dan RBP bersama Direktur Eksekutif Pirac sesaat setelah diskusi terbatas Studi Implementasi Perda CSR di Banjarmasin.

Syahrial menganggap banyaknya aturan yang dibuat malah membatasi semangat CSR itu sendiri. “Yang namanya CSR itu kepedulian sosial, jadi mengherankan jika pemerintah sibuk membuat aturan CSR. Nanti jatuhnya jadi pajak dong!,” ujarnya.

Diskusi yang diadakan oleh Public Interest Research and Advocacy Center (Pirac) itu memang dilatarbelakangi adanya tren pembuatan perda CSR di Indonesia. Terlebih lagi munculnya polemik Rancangan Undang-Undang (RUU) CSR di DPR RI tentang besaran dana CSR yang wajib dikeluarkan oleh perusahaan. “Dalam kurun empat tahun terakhir puluhan perda dan raperda mengenai CSR muncul di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya di Banjarmasin,” ujar Direktur Eksekutif Pirac Nor Hiqmah yang langsung bertindak sebagai fasilitator diskusi.

Menurut Pirac, tren pembuatan perda ini dipicu oleh peran CSR yang belum optimal dan keinginan para policy maker di daerah untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan program CSR di daerahnya. Hasan Yuniar dari Gapkindo Kalsel menyayangkan hal tersebut. “Pemerintah seharusnya hanya mengawasi bagaimana program CSR itu berjalan. Bukan terlibat langsung,” ujarnya di tengah diskusi.

Sebagai perwakilan pemerintah satu-satunya yang hadir saat itu, Jefrie dari Bagian Hukum Pemko Banjarmasin mengatakan bahwa perda yang dibuat punya tujuan positif bagi pembangunan. “Semangat penyusunan perda CSR adalah sebagai upaya mengarahkan potensi dana tersebut untuk pembangunan daerah yang tepat sasaran,” ungkap pria berkacamata itu.

RBP dan Rumah Zakat (RZ) yang hadir sebagai perwakilan lembaga masyarakat berharap potensi CSR jangan sampai tumpang tindih dengan potensi-potensi yang lain. “Agar tujuan itu tercapai, maka penting untuk membuat sebuah forum atau wadah untuk berkomunikasi satu sama lain. Dalam hal ini pemerintah bisa mengambil peran,” kata Branch Manager RZ Sugianur.

Diskusi terbatas yang berlangsung selama hampir tiga jam itu akhirnya menghasilkan beberapa kesimpulan. Salah satunya menolak adanya UU CSR di Indonesia. “Hasil studi secara keseluruhan akan kami jadikan masukan dalam penyusunan rekomendasi perumusan RUU CSR,” papar Nor Hiqmah. (en)

 

#Repost Dari Radar Banjar Peduli, 9 Oktober 2016

 

Categories
Uncategorized

Pirac Teliti Banjarmasin

pirac-studi-csr-rbp-banjarmasin
BERSINERGI – (kiri-kanan) Nurhayah, Donny Hilmawan S Hut, Nor Hiqmah S Fil, dan Sidri Rayyani sesaat setelah melakukan diskusi di Kantor Radar Banjarmasin, Rabu (5/10) kemarin.

Rabu (5/10) kemarin Radar Banjar Peduli (RBP) dikunjungi oleh dua peneliti dari Public Interest Research and Advocacy Center atau Pirac, yaitu Nor Hiqmah S Fil dan Donny Hilmawan SHut. Mereka disambut oleh Manajer Keuangan RBP Nurhayah dan Manajer Pendayagunaan RBP Sidri Rayyani. Kedatangan tim peneliti Pirac tersebut merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan studi tentang dampak implementasi perda CSR di 6 daerah, yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Kota Mataram, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kota Banjarmasin.

Meski membicarakan hal-hal terkait regulasi pemerintah, diskusi berlangsung penuh kehangatan. Tak jarang diselingi canda dan tawa.

“Kami ingin meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pelaku dan stakeholder CSR untuk memberikan masukan secara aktif dalam proses pengambilan keputusan publik, khususnya dalam tindakan perumusan RUU CSR di Indonesia,” terang Nor Hikmah yang juga merupakan Direktur Eksekutif Pirac.

Hal tersebut disambut sangat positif oleh Manajer Keuangan RBP Nurhayah. “Ini membantu RBP untuk bisa semakin melek dengan perkembangan regulasi di Indonesia, apalagi yang terkait dengan pengelolaan sumber daya di lembaga kami dimana salah satunya dana CSR,” ucapnya. “Lembaga kemanusiaan seperti RBP terkadang lebih fokus kepada penyaluran program sehingga jarang memperhatikan hal lain,” lanjutnya diiringi tawa.

Selain pertemuan itu, Pirac juga melibatkan RBP dalam diskusi kelompok terbatas atau FGD (Focus Group Discussion) yang berlangsung hari ini (6/10) di Hotel Roditha Banjarmasin.(en)

 

* Repost dari Radar Banjarmasin

Categories
Uncategorized

Lowongan Kerja Manajer Riset dan Manajer Training PIRAC

Lowongan PIRAC

PUBLIC INTEREST RESEARCH AND ADVOCACY CENTER (PIRAC), sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dalam pengembangan filantropi, mobilisasi sumber daya dan pengembangan sektor nirlaba di Indonesia membutuhkan Manajer Peneliti dan Manajer Training dengan tugas dan kualifikasi sebagai berikut:

Manajer Riset (MR)

Tugas Pokok:

  • Membuat perencanaan strategis penelitian
  • Membuat desain penelitian
  • Melakukan penelitian dokumen dan lapangan (wawancara, pengamatan, dan pembuatan field note)
  • Membuat laporan hasil penelitian
  • Membangun mitra jaringan di daerah-daerah guna melancarkan program penelitian
  • Monitoring pelaksanaan kegiatan penelitian
  • Membuat laporan kegiatan penelitian
  • Menulis artikel kajian untuk publikasi mingguan, bulanan, maupun tahunan, serta tugas terkait penelitian dan pengembangan kelembagaan

Kualifikasi:

  • Pria/Wanita, berusia maksimal 35 tahun
  • Pendidikan minimal S1
  • Punya kemampuan dan pengalaman dalam mendesain penelitian
  • Menguasai pendekatan penelitian baik kuantitatif dan kualitatif
  • Memahami dan menguasai riset pemasaran (marketing research) lebih diutamakan
  • Mampu melakukan analisis statistika dan penggunaan software SPSS
  • Mampu menulis laporan penelitian dan karya ilmiah lainnya
  • Meminati penelitian dan kajian tentang filantropi, organisasi masyarakat sipil, CSR dan sektor nirlaba secara umum
  • Mampu berbahasa Inggris, diutamakan aktif
  • Memiliki kemampuan manajerial yang baik
  • Kreatif, aktif dan bisa bekerja sama dalam tim
  • Memiliki pengalaman kerja di lembaga riset, pusat studi atau LSM lebih diutamakan
  • Menguasai pengelolaan internet (web, sosmed, dll) lebih diutamakan

Manajer Training  (MT)

Tugas Pokok:

  • Membuat perencanaan strategis pelatihan baik regular dan penawaran pelatihan lainnya
  • Melakukan dan berkoordinasi persiapan pelatihan
  • Melakukan pelaksanaan pelatihan baik di dalam dan di luar kota
  • Membuat laporan hasil pelatihan
  • Membangun kemitraan dan berjejaring dengan para pihak yang potensial dan strategis guna pengembangan pelatihan
  • Monitoring pelaksanaan kegiatan pelatihan

Kualifikasi:

  • Pria/Wanita, berusia maksimal 35 tahun
  • Pendidikan minimal S1
  • Memahami pendidikan orang dewasa
  • Punya kemampuan dan pengalaman dalam mendesain pelatihan baik indoor dan outdoor maupun mixed methods
  • Meminati pelatihan khususnya di bidang fundraising, resource mobilization, marketing, dan sektor nirlaba secara umum
  • Mampu berbahasa Inggris, diutamakan aktif
  • Memiliki kemampuan manajerial yang baik
  • Memiliki kemampuan mendesain promotion tools & marketing lebih diutamakan
  • Kreatif, aktif dan bisa bekerja sama dalam tim
  • Memiliki pengalaman kerja di lembaga pelatihan lebih diutamakan
  • Menguasai pengelolaan internet (web, sosmed, dll) lebih diutamakan

 

Surat Lamaran dilengkapi dengan daftar riwayat hidup lengkap dan dokumen pendukung lainnya dikirimkan via email ke : pirac@pirac.org dengan subyek Rekrutmen MR untuk Manajer Riset, dan Rekrutmen MT untuk Manajer Training serta ditujukan kepada HRD PIRAC paling lambat 20 Oktober 2016.

Hanya pelamar yang memenuhi kualifikasi yang akan dipanggil untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya.

Salam,

 

HRD PIRAC
JL. M. Ali No. 2, RT 003/004
Tanah Baru, Beji, Depok 16426
Telp. :  62-21-7756071
Email     : pirac@pirac.org / sekolahfundraising@gmail.com
Website : www.pirac.org / www.sekolahfundraising.com

 

Categories
Uncategorized

Undangan Pelatihan dan Praktek Renstra Fundraising Untuk Kolaborasi Dengan Perusahaan

undangan-pelatihan-renstra-fundraising-perusahaan

UNDANGAN
PELATIHAN & PRAKTEK
RENSTRA FUNDRAISING UNTUK KOLABORASI DENGAN PERUSAHAAN
Griya Alam Ciganjur, 8—10 November 2016

Kepada Yth.
Pimpinan Organisasi & Pegiat Fundraising
Di Tempat

Dalam 10 tahun terakhir, upaya penggalangan sumber daya kepada dunia swasta atau perusahaan cenderung meningkat. Kecenderungan tersebut dikarenakan adanya potensi sumbangan perusahaan yang terus bermunculan dan cenderung meningkat baik bentuk hingga nilainya. Data PIRAC dan Dompet Dhuafa (2014) menyebutkan bahwa jumlah sumbangan perusahaan di tahun 2013 mencapai Rp 8,6 triliun, meningkat di tahun 2014 sebesar Rp 12,4 triliun. Ditambah lagi mulai maraknya isu corporate social responsibility (CSR) di perusahaan-perusahaan dan beragam standar dari implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan seperti ISO 14000, ISO 26000, PROPER, dll.

Saat ini, menggalang sumber daya dan berkolaborasi dengan perusahaan tengah menjadi tren. Sumber daya perusahaan dianggap sangat potensial bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat kalangan bawah hingga program-program pemberdayaan masyarat. Oleh karena itu tidak sedikit lembaga-lembaga sosial yang melakukan penggalangan dana dan sumber daya bahkan pemerintah juga ‘melirik’ untuk bekerjasama dan mendapatkan bantuan dari perusahaan agar dapat membantu terlaksananya dan tercapainya program yang dibutuhkan masyarakat.

Sayangnya, banyak organisasi non-profit baik itu LSM, LAZ/OPZ dan yayasan sosial lain belum memahami perencanaan strategis dan strategi penghimpunan dana perusahaan ini sehingga belum dapat mengoptimalkan upaya peningkatan dukungan perusahaan bagi aktifitas mereka. Padahal potensi perusahaan sebagai mitra program dalam memobilisasi sumber daya dan dana sangat prospektif. Bagaimana mengidentifikasi perusahaan yang sesuai dengan lembaga anda? Hal-hal apa saja yang perlu direncanakan dan disiapkan untuk fundraising perusahaan? Ikutilah Pelatihan Renstra Fundraising untuk Kolaborasi Perusahaan yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal   : Selasa – Kamis, 8 – 10 November 2016
Tempat               : Griya Alam Ciganjur
* (tentative akan diinfokan 1 minggu sebelum penyelenggaraan)

Segera daftarkan diri anda dengan menghubungi kami di 021-7756071 / 0878 7628 4287 (Mahmudah)/ 0815 8016 221 (Ninik Annisa)/ pirac@pirac.org

Atau kunjungi stand kami di IPFest – Indonesia Philanthropy Festival 6 – 9 Oktober 2016 di JCC Cendrawasih Room No. D4, Senayan, Jakarta. Pendaftar langsung di stand Pirac akan mendapatkan souvenir menarik.

Salam hangat penuh hormat

Happy Fundraising