Categories
Uncategorized

Cerita Sukses Peserta Pelatihan Fundraising STBM Medan

Ada banyak cerita lucu pengalaman praktek fundraising saat pelatihan fundraising program STBM di Medan. Pelatihan ini diselenggarakan oleh High Five bekerjasama dengan Sekolah Fundraising Pirac pada tanggal 8 – 10 Oktober 2013. Awal pertama mereka merasa sangat malu-malu tapi kemudian merasa “malu-maluin” ungkap Ibu Kasni salah satu peserta pelatihan.

Hampir semua orang yang ditemui diajak ngobrol untuk sosialisasi program dan diajak untuk berdonasi. Bahkan ada orang yang sempat dikejar-kejar agar mau diajak berdonasi program sanitasi ini. Pengalaman peserta ini menyulutkan semangat bahwa fundraising ini menyenangkan dan bisa dilakukan.

pelatihanmedanDari pelatihan ini peserta mendapatkan pembelajaran terkait dengan Kesabaran dalam menghadapi calon donatur dan mamahami karakteristik donatur. Ada peserta yang harus membujuk donatur dengan bahasa cina, ada yang mengunakan logat padang. Semua ini dilakukan agar donatur merasakan dekat dan nyaman untuk berinteraksi dengan fundraiser.

Selain itu peserta juga merasa pentingnya memahami program. Peserta merasakan bahwa untuk fundraising harus memahami substansi program karena ada juga donatur yang bertanya tentang sanitasi dan ternyata dia memahami sanitasi. Jadi jangan sampai fundraiser ketika ditanya tidak bisa menjelaskan substansi dari program ini, karena itulah pengetahuan yang luas atas substansi program penting bagi seorang fundraiser.

Pembelajaran lain yang didapat adalah terkait dengan Pengenalan wilayah dan pembagian wilayah dalam melakukan fundraiser. Peserta merasa ketika ditempatkan dalam wilayah belum memahami wilayah tersebut dan belum ada pembagian di kelompoknya wilayah mana yang akan dilalui, sehingga ada satu wilayah yang banyak dikunjungi, dan ketika bertemu donatur mengatakan sudah ada orang yang datang meminta sumbangan yang sama. Karena itulah pengenalan wilayah dan pembagian wilayah penting dilakukan.

Selain itu adalah Pentingnya memahami kareakter tim, membangun mental tim agar dapat berkomunikasi dengan baik. Pembelajaran ini didapat ketika ada tim yang tidak berani/malu untuk berbicara dengan orang lain, sementara ada yang justru senang berbicara dengan orang lain. Karena itulah pembagian tugas ini penting dilakukan misalnya yang tidak berani berbicara/malu mendapatkan tugas membawa carity box sementara yang lainnya bertugas untuk mengajak/berdiskusi dengan calon donatur. Pembagian tugas harus disesuaikan dengan karakteristik dari anggota tim.

Pelatihan ini juga telah berhasil mengumpulkan dana dari donasi publik dan penjualan produk kelompok. Selain uang, peserta juga berhasil mendapatkan nama-nama calon dan donatur beserta nomer kontaknya sebagai prospek donatur ke depan. Dari total dana yang terkumpul adalah Rp. 770.000,- (Tujuh Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah) sedangkan nama prospek donatur yang berhasil dikumpulkan adalah 152 orang

Categories
Uncategorized

Pelatihan Corporate Fundraising, Program STBM di Makasar

High Five adalah Program yang fokus kepada perubahan perilaku higiene dan sanitasi ditingkat rumah tangga dan masyarakat. Dalam mencapai tujuannya High Five menjalankan beberapa strategi, di antaranya adalah pembentukan Pokja STBM Kelurahan sebagai mitra implementasi STBM di level komunitas.

Tahun 2013, High Five mulai memasuki tahun ke-3 pelaksanaan program. Pada tahun ke tiga implementasi ini, isu kemandirian dan keberlanjutan program termasuk kemandirian dan keberlanjutan Pokja STBM Kelurahan sebagai mitra dilevel komunitas, menjadi perhatian dan prioritas pelaksanaan program, terutama dikaitkan dengan efektifitas pencapaian STBM secara berkelanjutan.

Seperti diketahui bahwa strategi nasional STBM dalam implementasinya menganut prinsip non subsidi. Prinsip ini juga berlaku dalam kaitan pengembangan dan pendampingan terhadap Pokja STBM Kelurahan, dimana dukungan yang diberikan lebih banyak dalam bentuk technical assistance dan peningkatan kapasitas melalui berbagai pelatihan, horizontal learning dll.

Berangkat dari pemikiran dan latar belakang sebagaimana disampaikan, High Five mencoba memenuhi ekpektasi dan kebutuhan warga di pokja STBM kelurahan, tentang bagaimana kiat dan keterampilan dalam melakukan fundraising bagi Pokja STBM Kelurahan sehingga keberlanjutan progtram dan kelembagaan pokja STBM Kelurahan dipastikan bisa tercapai.

Kiat dan strategi tersebut termasuk antara lain adalah cara menggalang dukungan dan sumber daya untuk keberlanjutan program dan kelembagaan, pembuatan strategi penggalangan dana/daya yang efektif, mengidentifikasi sumber dana/daya dapat diperoleh, sumber daya/donatur, baik dari individual maupun kelembagaan dan swasta. Ketrampilan penggalangan sumberdaya ini untuk memastikan Pokja STBM Kelurahan sebagai Lembaga pelaksana STBM di Komunitas bisa sesuai dengan kriteria donator/pemberi dana, dengan memberikan bekal cara membuat proposal penggalangan dana yang efektif, tim penggalangan dana yang efektif dan ketrampilan dalam membangun hubungan yang baik dengan para donatur/ pemberi dana.

Dalam rangka membekali ketrampilan fundraising ini, High Five bekerjasama dengan Sekolah Fundraising PIRAC untuk memberikan pelatihan selama 3 hari yaitu tanggal 21 – 23 Januari 2014 di Hotel Santika, Makasar.

Pelatihan ini berlangsung sangat dinamis. Setiap sesi yang dilalui selalu diikuti dengan serius tapi santai oleh peserta. Pesertapun sangat antusias dalam tiap sesi baik pada saat presentasi/pemaparan materi maupun pada saat diskusi kelompok. Hampir semua peserta terlibat dalam diskusi dan presentasi dari tiap diskusi kelompokpun berjalan secara bergiliran sehingga semua peserta merasakan pembelajaran secara merata.

Secara keseluruhan pelatihan telah mencapai hasil dan tujuan yang diharapkan. Dari hasil evaluasi peserta atas tujuan, materi, metode dan fasiltator serta akomodasi/fasiltias penunjang pelatihan nampak terlihat peserta puas terhadap penyelenggaraan pelatihan.

Categories
Uncategorized

Pelatihan Seni Fasilitasi Sekolah Fundraising PIRAC

BOGOR – Sebagai wujud komitmen Prorep untuk meningkatkan keterampilan fasilitasi di lembaga mitranya, Prorep menyelenggarakan kegiatan Peltihan Seni Fasilitasi dan Design Kegiatan Interaktif. Dalam penyelenggaraan pelatihan ini, Prorep meminta Sekolah fundraising PIRAC untuk menjadi fasilitator pelatihan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan fasilitasi mitra Prorep.

Pelatihan diselenggarakan di Hotel Padjajaran Suites Bogor pada 24 – 28 Februari 2014 dengan diikuti oleh 21 peserta dan 1 Peninjau dari Prorep. Pelatihan merupakan sarana pembelajaran dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan kegiatan fasilitasi. Materi yang diberikan meliputi pengenalan konsep dasar fasilitasi, mengenalkan teknik dasar fasilitasi, Metode Dasar Fasilitasi dan Merancang pertemuan.

Antusiasme peserta nampak dalam pelatihan seni fasilitasi ini. Hampir semua sesi diikuti oleh seluruh peserta secara aktif dan diskusipun berjalan sangat dinamis. Semua peserta mendapat kesempatan untuk melakukan fasilitasi baik dalam kelompok maupun ketika diskusi pleno. Keaktifan peserta ini tidak lepas dari metode pelatihan yang dirancang dan dilakukan dengan pendekatan partisipatoris dengan menggunakan beragam metode, seperti Brainstorming/curah pendapat, Presentasi, Diskusi kelompok dan diskusi pleno, Studi kasus, Latihan, dan simulasi. Juga tidak lepas adanya Ice Breaking/Energizing untuk mengurangi kejenuhan peserta. Selain itu, Fasilitator berupaya menggali kebutuhan peserta dan mendorong peserta untuk aktif selama pelatihan dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Dari hasil evaluasi yang diberikan oleh peserta, pelatihan ini berhasil membangun pemahaman yang untuk terhadap materi yang disampaikan dan saling bagi informasi diantara peserta berlangsung cukup optimal. Peserta juga menilai dalam pelatihan permepuan mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk berpendapat dan terlibat aktif dalam semua tahapan pelatihan. Peserta juga menilai trainer menguasai meteri dan cara penyampaiannya sangat menarik dan mampu mendorong keaktifan semua peserta.

Secara keseluruhan pelatihan ini telah terselenggara dengan lancar, ada beberapa materi tambahan yang menjadi penyempurnaan dari pelatihan ini. Materi yang membuat peserta berkesan adalah praktek simulasi faslitasi ketika kunjugan lapangan.