Categories
Uncategorized

Kewirausahaan sebagai Strategi Keberlanjutan Radio Komunitas

DEPOK – Baru-baru ini, tepatnya hari selasa hingga kamis tanggal 3 sampai 5 September 2013, Sekolah Fundraising bersama JRKI menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan untuk radio komunitas di Griya Alam Ciganjur Depok. Pelatihan diikuti oleh 32 pengiat radio komunitas se pulau Jawa. Mereka datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogjakarta, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pelatihan ini difasilitatosi oleh Rommy Heryanto, seorang konsultan bisnis Fortier Indonesia dan Young Enterpreneur StartUp Indonesia Bisnis Link yang juga merupakan komisaris dari PT RA Mandiri Yogyakarta.

Ide untuk membuat pelatihan ini berawal dari riset strategi keberlanjutan radio komunitas yang dilakukan oleh PIRAC. “Dari hasil temuan lapangan nampak bahwa pengembangan unit usaha radio komunitas menjadi strategi jitu untuk menombang keberadaan radio komunitas’, ungkap Ninik Annisa Manager Penelitian PIRAC. “Karena itulah kami melihat pentingnya pelatihan kewirausahaan untuk radio komunitas, agar radio komunitas memahami strategi usaha yang telah banyak juga dilakukan oleh radio komunitas lain di Indonesia”, tambah Ninik Annisa.

Pelatihan Kewirausahaan untuk Radio Kumunitas ini bertujuan memberikan dan meningkatkan pemahaman atas peluang-peluang usaha yang dimiliki dan bisa dilakukan oleh radio komunitas. Manger Sekolah Fundraising, Nor Hiqmah mengungkapkan bahwa pelatihan kewirausahaan untuk memberikan pengetahuan mengenai aspek-aspek kewirausahaan yang harus disiapkan oleh radio komunitas. Diharapkan pelatihan ini dapat menghapus “mental block” dan meningkatkan rasa percaya diri serta keyakinan untuk dapat dan mampu menangkap peluang-peluang usaha.

Pelatihan kewirausahaan ini terdiri dari 12 sesi diantaranya sesi konsep dasar Wirausaha dan Siklus Perjalanan Pengusaha, Paradigma Bisnis, Sumber Ide Usaha dan Memilih Ide Usaha, Mengidentifikasi Usaha, Strategi pemasaran dan inovasi bisnis, Pembukuan usaha dan sumber pendanaan usaha, Presentasi Bisnis Plan, dan pada akhir sesi ada outbound praktek langsung mengelola usaha dan melakukan pemasaran. Sesi-sesi dalam pelatihan ini tidak hanya berisi tentang pemaparan materi dari narasumber namun juga diskusi, curah pendapat diantara peserta, pemutaran film (audio visual) tentang kewirausahaan dan praktek pengelolaan usaha.

Metode pelatihan menekankan pada motivasi kewirausahaan ini diharapkan mampu menepis keraguan diantara peserta untuk memulai usaha. “Seringkali ada ketakutan untuk memulai usaha, karena itulah pada pelatlihan ini kita tidak hanya menekankan pada teori dan praktek tapi juga motivasi diri “ ujar Nor Hiqmah Manager pelatihan.

Pelatihan didukung oleh Ford Foundation dan Cipta Media Bersama ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pesertas dalam mengimplementasikan atau merintis usaha di radio komunitas sebagai strategi keberlanjutan radio komunitas.

 

 

Categories
Uncategorized

Fundraising Menuju Keberlanjutan Radio Komunitas Aceh

Banda Aceh, 6 Agustus 2013, JRKI Aceh telah menyelenggarakan Launching dan Diskusi Hasil Studi berupa Buku Fundraising untuk Keberlanjutan Radio Komunitas. Studi dan dokumentasi telah dilaksanakan sebelumnya yaitu pada akhir tahun 2012.

Launching dan diskusi publik ini dimulai dengan penyampaian kata sambutan sekaligus pembukaan disampaikan oleh Iskandar, wakil ketua JRK Aceh. Kemudian Teuku  Ambral  Ketua  JRK  Aceh menjelaskan latar belakang  dan  tujuan  dilaksanakannya  kegiatan Diskusi  &  Diseminasi  Hasil  Studi  Fundraising Radio Komunitas di Aceh.

Kegiatan ini menghadirkan nara sumber Adi  Rumansyah, Ketua  Jaringan  Radio Komunitas  Jawa  Barat yang difasilitasi oleh Teuku Ambral. Adi Rumansyah memaparkan perkembangan Radio  Komunitas di  Aceh termasuk di dalamnya kegiatan studi dan pendokumentasian di Aceh yang melibatkan 2  radio komunitas  Darsa  FM  di  Darussalam  dan  Sukma FM  di  Suka  Makmur. Perwakilan dari 2 radio komunitas tersebut diberi kesempatan untuk bercerita latar  berlakang, aktifitas,  tujuan  pendirian  dan  bagaimana pendanaan  kegiatan  organisasi  radio komunitas yang dilaksanakan di masing-masing wilayah berdasarkan prosedur,  struktur  dan  mekanisme pelaksanaan  kegiatan  program,  hingga  perumusan kerangka  kerjasama  dan  komitmen  antara mitra di wilayahnya.

Di dalam diskusi yang berlangsung menyadari bahwa hanya dengan kegiatan diskusi publik ini tidak cukup mendorong partisipasi berbagai pihak untuk terwujudnya kemitraan yang lebih perduli. Karena hal ini membutuhkan waktu yang lama dan kegiatan yang dilakukan harus berkelanjutan dan berkesinambungan. Kemitraan membutuhkan orang-orang dengan kompetensi pengetahuan dan keterampilan, serta kepedulian untuk mewujudkan Radio Komunitas sebagai media perubahan sosial, dimana kegiatan promosi perlu terus-menerus dilakukan.

Promosi untuk memberikan asistensi teknis serta mendorong diimplementasikannya pemahaman pengelolaan radio komunitas yang lebih partisipatif. Mengenai kesinambungan kegiatan, JRK Aceh berjanji akan melakukan berbagai kegiatan pertemuan untuk lebih mempromosikan dan memperluas diseminasi informasi. Mulai dari individu-individu, lembaga atau organisasi yang dianggap berkompeten untuk dilibatkan dalam menjalin kemitraan seperti para utama pengelola Radio Komunitas dengan Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, swasta, pers dan regulator perizinan bagi lembaga penyiaran radio komunitas di Aceh.

Setelah  masing-masing  para  pembicara menyampaikan  materinya,  kegiatan  kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi, di sesi ini, masing-masing peserta diberikan waktu untuk mengajukan pertanyaan  dan  kemudian  menyampaikan tanggapannya  terhadap  apa  yang  telah disampaikan  oleh  masing-masing  pembicara sebelumnya.

Kegiatan  kemudian  dilanjutkan  dengan  Launching Buku  “Strategi  Fundraising  Radio  Komunitas”, kegiatan  ini  difasilitasi  oleh  Teuku  Ambral,  Ketua JRK Aceh, sesi ini mendapat apresiasi penuh dari seluruh undangan dan peserta yang hadir, sejumlah buku  yang  secara  khusus  disediakan  oleh  panitia untuk  dibagikan  pada  kesempatan  itu  menjadi perhatian utama seluruh undangan dan peserta.

Sesi ini juga merupakan salah satu puncak kegiatan dari acara Diskusi dan Diseminasi Hasil Studi yang  dilaksanakan oleh JRK Aceh yang cukup mendapat perhatian  dari  perwakilan  media/pers,  turut  hadir perwakilan media/pers lokal yang ada di Aceh, yang diwakili oleh, media cetak Koran Aceh, media online Aceh  Online,  media  televise  Aceh  TV  dan radio  Serambi  fm,   kehadiran  media/pers  itu ditujukan agar tujuan dari salah satu kegiatan yang dilaksanakan  pada  hari  itu  dapat  tercapai,  yaitu diseminasi informasi melalui ragam media, sehingga harapannya,  hasil  studi  dan  buku  fundraising  radio komunitas yang ada di Aceh dapat diketahui oleh banyak pihak.

Dalam kegiatan Launching, masing-masing perwakilan undangan dan peserta secara simbolis menerima buku Fundraising Radio Komunitas yang diserahkan langsung oleh perwakilan JRK Aceh.

Pembagian Buku merupakan  sesi  terakhir  pada  pelaksanaan kegiatan  Diskusi  Publik  Diseminasi  Hasil  Studi Fundraising Radio Komunitas. Pada sesi ini panitia membagikan  sejumlah  buku  kepada  seluruh undangan dan peserta yang hadir dalam kegiatan, pembagian  buku  ini  dimaksudkan  untuk menyebarluaskan hasil pendokumentasian dan studi yang  telah  dilakukan  oleh  Sekolah  Fundraising PIRAC  terhadap  keberadaan  radio  komunitas  di Aceh.

Dengan  pembagian  buku  kepada  seluruh  undangan dan  peserta,  maka  berakhirlah  kegiatan  “Diskusi Publik  dan  Diseminasi  Hasil  Studi  Fundraising Radio  Komunitas  di  Aceh,  kegiatan  kemudian ditutup  oleh  panitia  dengan  pengantar  dan pembacaan  doa  oleh  Iskandar,  Wakil  Ketua  JRK Aceh.

Di akhir  penutupan,  seluruh  undangan,  peserta  dan panitia  kemudian  melakukan  photo  bersama, sebagai bagian pendokumentasian kegiatan, namun sayang  dikarenakan  waktu  kegiatan  yang terbentur  dengan  pelaksanaan  ibadah  sholat tarawih, tidak semua peserta bertahan hingga akhir kegiatan.

Categories
Uncategorized

Fundraising di Radio Komunitas, Mungkinkah?

JOMBANG – JRKI Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan diseminasi hasil studi & diskusi publik dengan tema Fundraising Menuju Keberlanjutan Radio Komunitas (Rakom). Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Minggu 1 September 2013, bertempat di Aula rakom Suara Budi Luhur di Jombang, Jawa Timur. Diseminasi tersebut tekait hasil studi yang dilakukan oleh Sekolah Fundraising PIRAC dan JRKI/Jaringan Radio Komunitas Indonesia pada akhir 2012 dan awal 2013 lalu.

Kegiatan ini dibuka sekaligus dimoderatori oleh Yami Wahyono selaku Majelis Anggota JRKI Jatim (berasal dari Bungtomo FM – Banyuwangi). Narasumber yang hadir dan terlibat dari kegiatan ini adalah Faridah mewakili JRKI, Wahyono selaku ketua JRKI Jatim, dan Ninik Annisa dari Sekolah Fundraising PIRAC.

Wahyono selaku ketua JRKI Jawa Timur menyampaikan bahwa rakom di Jawa Timur berjumlah terbanyak se-Indonesia, dan prestasi-prestasi lainnya. JRKI Jatim dan KPID Jatim mendorong upaya pengurusan ijin penyiaran bagi rakom-rakom, yang ditargetkan pada 2014 semua rakom di Jatim telah berijin dan legal. Bagi rakom-rakom di Jawa Timur yang enggan melakukan perijinan, dan sampai batas waktu yang ditentukan tidak mengurusnya maka JRKI Jatim tidak akan membantu apapun.

Kebijakan ini diambil mengingat beberapa hal diantaranya: Pertama, Perkembangan radio komunitas di Jawa Timur sangat pesat, dimana di 1 kecamatan bahkan ada yang lebih dari 3 rakom. Kedua, Rakom-rakom yang bermunculan belum memahami betul esensi dan ruhnya radio komunitas. Hal ini terbukti beberapa rakom khususnya di Banyuwangi yang isinya hanya karokean dari pagi hingga malam dan pagi lagi. Sehingga dibutuhkan pendidikan radio komunitas bagi pengelola-pengelolanya.

JRKI Jatim melalui Wahyono mengutarakan bahwa legalitas rakom dan upaya fundraising bagi rakom harus berjalan beriringan. Beliau berargumen bahwa tidak mungkin rakom dapat berkelanjutan secara finansial sementara radionya sudah disweeping oleh balmon karena tidak legal. Tentu saja sangat sangat mungkin bisa dilakukan.

Faridah, sekretaris JRKI pusat yang berasal dari Jawa Timur mengakui perkembangan rakom yang bagus di wilayah Jawa Timur baik dari aspek jumlah maupun perkembangan konten rakom. JRKI pusat sangat mendukung langkah JRKI Jatim dalam memperkuat rakom. Kaitannya dengan kegiatan fundraising di rakom, Faridah menyatakan bahwa fundraising menjadi penting dalam rangka keberlanjutan rakom.

Dalam hal ini dukungan dari komunitas atau warga di daerah rakom dibutuhkan sekali dukungan dan bantuannya agar rakom dapat terus dapat menjadi corong bagi aspirasi warga dan pusat informasi tentang warga. Selain itu rakom ada sebagai bagian dari usaha atas keterbukaan dan akuntabilitas kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah hingga personil kepala-kepala pemerintahan yang ada di sekitarnya. Sehingga program pemerintah bagi masyarakat dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal, dengan meminimalkan korupsi dan manipulasi.

Sementara itu Ninik mewakili dari Sekolah Fundraising PIRAC (SFP) memperkenalkan SFP dan kegiatan-kegiatannya. Ninik menjelaskan runtutan kegiatan yang dilakukan Sekolah Fundraising PIRAC bersama JRKI untuk kurun 1 tahun terakhir. Mulai dari studi, kajian lapangan, proses pendokumentasian, produksi hasil dokumentasi dan kajian berupa CD dan Buku-buku, serta diseminasi hasil studi di beberapa kota, dimana Jawa Timur adalah salah satunya.

Di samping itu disampaikan juga kegiatan pelatihan fundraising bagi radio komunitas yang telah dilakukan pada bulan Mei 2013. Serta pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan pada September 2013. Kedua pelatihan tersebut merupakan rekomendasi dari hasil survey yang dilaksanakan sebelumnya.

Disampaikan juga bahwa secara bebas fundraising dimaknai sebagai menggalang atau mencari sumberdaya dan dana. Pada umumnya, kegiatan fundraising merupakan kegiatan yang mutlak dan sudah dilakukan oleh rakom. Mulai dari pendirian hingga perkembangannya, rakom terus melakukan fundraising. Dari hasil studi yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian rakom sudah berhasil mengembangkan diri dalam melihat sumber dan bentuk bantuan yang bisa digalang, serta cara-cara yang dilakukan dalam rangka fundraisingnya.

Selain itu Ninik juga menyampaikan temua-temuan studi terkait dengan sumber-sumber yang dimiliki oleh radio komunitas khususnya di jawa timur, yaitu individu (warga, warga pemilik usaha, tokoh, dll), pemerintah, hingga sponsor dari perusahaan-perusahaan. Adapun bentuk sumbangan dapat berupa dana cash, konsumsi berupa makanan dan minuman, peralatan, akses, dll. Sementara kegiatan fundraising yang dilakukan rakom secara umum menggunakan 2 strategi yaitu on air dan off air. Dari on air muncullah kegiatan-kegiatan seperti Iklan layanan masyarakat, promosi usaha komunitas, talkshow, siaran langsung kegiatan warga, dll. Sementara kegiatan pada off air biasanya dengan melakukan event seperti jumpa fans, jalan sehat bersama, usaha kupas bawang, dll.

Dari diskusi yang berlangsung, peserta antusias terhadap isu fundraising ini. Meski demikian perlu diakui diantara mereka masih ada tidak memahaminya, bahkan ada yang menganggap bahwa fundraising tidak mungkin dilakukan. Setelah dijelaskan maka mereka mulai merespon baik dengan menanyakan berbagai potensi yang ada di sekitar mereka sendiri, yang dimungkinkan untuk memulai dan mengembangkan fundraising di masing-masing rakom.

Acara dilanjutkan dengan makan siang dan koordinasi JRKI Jatim dengan para anggotanya.

Categories
Uncategorized

Menstrukturkan Fundraising Radio Komunitas

Judul Buku : Modul Pelatihan Fundraising Radio Komunitas
Penyusun : Nor Hiqmah, Ninik Annisa, Hamid Abidin
Penerbit : Sekolah Fundraising PIRAC dan JRKI
Jumlah halaman : 144 halaman
Terbitan : September 2013

Pendanaan dan Keberlanjutan saat ini menjadi salahsatu problem dan tantangan utama pegiat radio komunitas (rakom).Penelitian yang dilakukan PIRAC bersama JRKI menemukan banyak sekali radio komunitas yang berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Mereka tak mampu lagi bersiaran secara rutin, bersiaran ala kadarnya, bahkan sebagian lainnya sudah tidak aktif bersiaran lagi. Mereka tidak rutin atau tak aktifb ersiaran karena perangkat siaran radio yang mengalami kerusakan, minim nya dana operasional radio, para penyiar yang tak aktif lagi karena pindah daerah atau pindah kerja, dan beberapa faktor lainnya.

Masa depan rakom dan independensinya memang ditentukan oleh seberapa independen radio komunitas dalam memenuhi kebutuhan untuk dapat bersiaran dengan baik. Salah satu diantaranya adalah dengan melakukan fundraising atau penggalangan sumber sumber pendanaan bagi radio komunitas.Radio Komunitas sebagai mana nilai dan semangatnya “dari, oleh dan untuk komunitas” harus terjabarkan dengan benar dalam fundraising.

Namun, kegiatan fundraising bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan karena para pengelola tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukannya.Selain itu, regulasi masih membatasi radi komunitas menggalang sumber-sumber pendanaan. Misalnya,laranganberiklanwalaupunitudariusaha yang ada di tengahtengahkomunitas. Karenaitu, butuh langkah langkah strategis dan kreatif dalam melakukan penggalangan sumber-sumber pendanaan sehingga radio komunitas tetap bisa eksis dalam bersiaran dan menjalankan peran dan fungsinya lebih baik lagi.

Melihat tantangan dan hambatan media komunitas, terutama radio komunitas, untuk bertahan, berkembang dan berkelanjutan, Sekolah Fundraising PIRAC bekerjasama dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) yang didukung oleh Ford Fondation dan Cipta Media Bersama menyusun modul Pelatihan Fundraising untuk Radio Komunitas.

Penyusunan Modul dilakukan berdasarkan pengalaman dan praktek penggalangan dana yang dilakukan oleh berbagai radio komunitas.. Modul disusun sebagai panduan fasilitasi pelatihan fundraising untuk pengelola rakom agar output tiap sesi dalam pelatihan terpenuhi, dan pelatihan mencapai target dari tujuan yang telah ditentukan.

Hadirnya Modul Pelatihan Fundraising untuk Radio Komunitas dimaksudkan untuk membantu menstrukturkan kerja kerja radio komunitas dalam melakukan fundaraising. Modul ini bisa menjadi ruang saling berbagi strategi radio komunitas karena didasarkan pada pengalaman lapangan.Kisahsukses radio komunitas ini bisa menjadi panduan bagi radio komunitas lain untuk menerapkannya dengan berbagai modifikasi yang sesuai dengan kondisi sosial komunitasnya.

Penerbitan modul ini diharapkan bisa mendorong kerja- kerja fundraising dalam radio komunitas makin kreatif, inovatif yang berorientasi pada kemandirian komunitas.